Menilik Momentum Penting Kedatangan Jokowi di Penajam

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Presiden RI Joko Widodo (kanan) disambut Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (kiri) saat tiba di lokasi “groundbreaking”  di Kawasan Industri Buluminung (Subur Priono - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Presiden RI Joko Widodo (kanan) disambut Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (kiri) saat tiba di lokasi “groundbreaking” di Kawasan Industri Buluminung (Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Helikopter super milik TNI berpenumpang rombongan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di atas “helipad” yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Panajam Paser Utara, Kalimantan Timur, di sekitar Kawasan Industeri Buluminung (KIB) sekitar pukul 14.00 Wita pada Kamis (19/11) lalu.

Tak berselang lama setelah helikopter yang mengangkut rombongan Presiden Jokowi mendarat, kemudian disusul lima heli pendamping lainnya mendarat diarea yang sama.

Ketika menuju tempat acara, Presiden Jokowi menyempatkan diri menyapa kerumunan masyarakat yang berjam-jam telah berdiri menunggu kedatangannya.

Semula dalam gladi resik sehari sebelum acara ini, Presiden Jokowi dijadwalkan akan menggunakan kendaraan bus dari heli menuju acara. Namun meleset, karena Jokowi lebih memili jalan kaki sejauh lebih dari 300 meter itu.

Setelah tampilan seni menyambut kedatangan presiden, acara intipun dimulai siang itu. Diawali sambutan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak membuka kegiatan “groundbreaking” mega proyek di kaltim.

Ada tiga hal penting yang disampaikan Awang Faroek Ishak saat itu dihadapan Presiden Jokowi, walaupun harus duduk dikursi roda, namun semangat beliau begitu tinggi.

Dikatakan Awang Faroek Ishak dalam sambutannya bahwa mega proyek senilai lebih dari Rp80 triliun yang ada di Penajam Paser Utara tersebut telah mencatatkan sejarah baru di kaltim, kalimantan bahkan di Indonesia yang sebagian besar merupakan insvestasi asal negara Russia.

Insvestasi besar tersebut menurut Awang Faroek Ishak, antara lain PT Kereta Api Borneo yang membentang mulai Penajam Paser Utara- Kutai Barat sepanjang 203 kilometer.

Proyek kereta api Borneo kata Awang Faroek Ishak, diprakarsai oleh perusahaan Russian Railways. Semula kereta api akan diperuntukan sebagai angkutan kekayaan alam seperti batu bara, sawit, CPO dan sebagainya. Kemudian tahap berikutnya akan digunakan sebagai angkutan umum atau penumpang.

Presiden RI Joko Widodo (ketiga dari kanan)bersama Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (ketiga dari kiri) saat di lkoasi “groundbreaking”  di Kawasan Industri Buluminung (Subur Priono - Humas Setkab Penajam Paser Utara

Presiden RI Joko Widodo (ketiga dari kanan)bersama Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (ketiga dari kiri) saat di lkoasi “groundbreaking” di Kawasan Industri Buluminung (Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

Pembangunan pelabuhan Benua Taka milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut Gubernurv Kaltim merupakan pelabuhan multi fungsi yang ada di Kaltim. Karena di dalamnya akan digunakan sebagai pelabuhan batu bara, kontainer, CPO dan sebagainya.

“Pembangunan Marine Techno Park” atau pusat penelitjian ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kelautan yang sebagian besar dimodali oleh Republik Tatastar” ujar Awang Faroek Ishak

Sementara Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan, negara telah tiga kali larut dalam pesta. Ketika kayu menjadi primadona, pemerintah kila lupa membangun pondasi yang kokoh. Tersisa kini hanya banjir akibat gundulnya hutan. Begitju juga kekayaan minyak dan batu bara.

“Karena itu saya menyambut baik apa yang telah direncanakan. Bahwa industri hilirisasi akan memberi nilai tambah bagi daerah. Jangan semuanya dikirim dalam bentuk barang mentah, namun berupa barang jadi,” jelas presiden.

Persoalan saat ini lanjut Jokowi, terletak pada perizinan yang ada. Sebelumnya ada 69 perizinan yang harus dilalui insvestor, kini dipangkas menjadi 22 izin. Semula mengurus izin mencapai 1-4 tahun, kini menjadi 260 hari. Itupun masih dianggap terlalu lama dalam proses ini.

“Ibaratnya kita telah terjebak dalam perangkap yang kita buat sendiri. Kalau itu kepentingan negara dan rakyat, aturan harusnya bisa diubah secara sederhana. Toh yang membuat peraturan itu kita,” katanya.

Semua negara dan antardaerah lanjut Jokowi sedang mendatangkan insvestasi yang sebesar-besarnya bagi daerah. Karena semakin banyak uang yang masuk dan berputar di daerah, maka kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

“Jika membangun hanya mengandalkan APBN masih jauh dari cukup, sehingga kreativitas daerah sangat penting,” ujar presiden

Presiden Jokowi menegaskan, geliat Kaltim membangun sejumlah proyek dengan ditandainya peletakan batu pertama ini harus dilaksanakan

Presiden RI Joko Widodo (baju putih) bersama Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (baju batik) saat di lkoasi “groundbreaking”  di Kawasan Industri Buluminung (Subur Priono - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Presiden RI Joko Widodo (baju putih) bersama Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (baju batik) saat di lkoasi “groundbreaking” di Kawasan Industri Buluminung (Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

“Saya senang bisa melakukan “groundbreaking” di Kaltim, saya pastikan3-4 bulan ke depan pasti akan kembali untuk cek proyek ini. Kalau bekerja dengan saya, jangan hanya “groundbreaking” saja, tapi prakteknya lebih penting,” kata Jokowi.

“Hati-hati, yang bertanggung jawab baik menterinya, gubernurnya maupun bupatinya. Karena begitu saya mengucapkan “groundbreaking”, maka saya akan pastikan mengecek kembali ke depan,” tegasnya.

Pengecekan megaproyek tersebut akan dilakukan secara berkala. Dan dipastikan semua proyek yang baru di “groundbreaking” tersebut akan di cek oleh Jokowi satu persatu. Oleh karena itu setiap kepala daerah, baik menteri, gubernur maupun bupati harus siap bertanggung jawab untuk semua itu. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.