Kasdam Mulawarman : Kelompok Tani Penajam Harus Maju

Suherman

 

Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Goerge Elnadus Supit bersama Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar dan Wakil Bupati Mustaqim pada kegiatan tanam padi serentak di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru (Suherman - Hello Borneo)

Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Goerge Elnadus Supit bersama Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar dan Wakil Bupati Mustaqim pada kegiatan tanam padi serentak di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Kelompok tani di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, harus maju dengan adanya modernisasi alat pertanian, kata Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Goerge Elnadus Supit pada kegiatan tanam padi serentak, Senin.

“Petani di Penajam harus bisa gunakan alat tanam bibit atau “rice transpleter” dan combine harvester” atau alat panen modern untuk efesiensi waktu tanam,” kata Brigjen Goerge Elnadus Supit.

Menurut Kasdam, “rice transplater” merupakan alat tanam padi yang mampu menaman satu hektar lahan pertanian dengan jangka waktu 3 sampai 4 jam saja, sementara jika dilakukan dengan cara manual bisa sampai memakan waktu 4 hari.

Selain itu lanjut Goerge Elnadus Supit, petani juga harus bisa menggunakan alat pertanian lainnya yakni, “combine harvester” alat panen gabah yang langsung dikemas, jadi petani tidak lagi mengunakan perontok sehingga mengurangi gabah mecapai dua persen.

“Optimalisasi pertanian dengan modernisasi alat pertanian harus segera realisasikan, sehingga harapan pemerintah menciptakan swasembada pangan nasional dapat segera diwujudkan,” ujar Kasdam.

Sementara Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar mengatakan, untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi pertanian, pemerintah daerah terus memperbaiki prasarana pertanian, seperti irigasi, jalan usaha tani, produksi, saluran air dan lain sebagainya.

Semua perbaikan prasarana pertanian tersebut menurut bupati, dapat dilakukan secara cepat, selain dengan adanya pembentukan UPT PU (unit pelaksana teknis pekerjaan umum) di setiap kecamatan, pemerintah daerah juga terus memberikan kemudahan kepada petani mengakses kebutuhan pertanian seperti pupuk bersubsidi, bibit unggul dan pestisida.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, tambah Yusran Aspar, juga berupaya memenuhi kebutuhan petani, termasuk alat-alat pertanian. Upaya pemenuhan kebutuhan petani tersebut untuk mempertahankan surplus beras dan predikat Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai lumbung padi di Kaltim.

“Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan petani dan Kabupaten Penajam Paser Utara, siap menjadi lumbung padi di Kalimantan Timur,” kata bupati. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.