Kemenhub Restui Jembatan Timbang Kabupaten Paser

Rapal JKN

 

Kabid Perhubungan Darat Kabupaten Paser, Muriansyah Herman. (Rapal JKN - Hello Borneo)

Kabid Perhubungan Darat Kabupaten Paser, Muriansyah Herman. (Rapal JKN – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Setelah diputuskan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui, Direktorat Jendral Perhubungan Darat dan dikeluarkannya SK nomer 1967/AJ.101/DRJD/2015. Sudah bisa dipastikan, proyek pembangunan Jembatan timbang di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, akan segera dibangun dan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Paser, Andi Maulana melalui Kabid Perhubungan Darat Muriansyah Herman saat dikonfirmasi helloborneo.com mengatakan pembangunan Jembatan timbang mendapatkan angin segar dari Kemenhub.

“Mulai 2016 mendatang, proyek pembangunan jembatan timbang akan mulai digelar. Dan itu ditargetkan bisa rampung di akhir 2016,” ungkapnya.

“Dan sistemnya nanti, Kabupaten Paser akan menjadi pengelolanya. Sehingga dana kontribusi yang ditarik melalui Jembatan timbang bisa menjadi PAD baru untuk Kabupaten Paser,” jelas Muriansyah Herman.

Muriansyah Herman memaparkan dalam pembangunan jembatan timbang tersebut berada di Kecamatan Kuaro seluas 2 hektar dengan besaran anggaran pembangunan Rp40 miliar.

Dia juga menjelaskan terpilihnya Kecamatan Kuaro sebagai lokasi Jembatan timbang, karena melihat letak geografisnya di lintas perekonomian. Setiap mau ke Kalsel, Kalteng , Samarinda, Balikpapan dan Penajam Paser Utara, pasti akan melalui kawasan Kuaro, dan akses menuju laut juga lebih dekat.

“Kawasan Kuaro ini sangat strategis, karena letaknya ada ditengah-tengah. Selain itu dari pihak Kemenhub juga telah melakukan survei lokasi pembangunan jembatan timbang,” ucapnya.

Tak hanya itu dengan adanya jembatan timbang, kendaraan-kendaraan pengangkut barang seperti kontainer tidak akan melintas di kawasan perkotaan. Sehingga fokus pembangunan infrastruktur tak akan terganggu.

Dan pasca berdirinya jembatan timbang, pihaknya juga akan mengambil langkah tegas. Setelah adanya jalan khusus pengangkut barang, tak ada lagi mobil besar yang melintas di jalan umum.

“Selain menambah PAD, tentu jembatan timbang ini akan mendukung infrastruktur jalan. Pasalnya mereka tidak akan melintas sembarangan jalur lagi. Dan bila ada yang kami temukan, maka akan langsung kami tilang,” pungkasnya. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.