Polisi Penajam Tembak Kaki Tahanan Kabur

AH Ari B

 

Kapolres Penajam Paser Utara, AKBP Raden Djarot Agung Riadi(Bagus Purwa - Hello Borneo)

Kapolres Penajam Paser Utara, AKBP Raden Djarot Agung Riadi (Elim Sahara – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Polisi dari Kepolisian Resor Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terpaksa menembak kaki Husein (27), tahanan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sempat kabur pada saat dibawa ke lokasi penemuan barang bukti baru.

Kapolres Penajam Paser Utara, Ajun Komisaris Besar Raden Djarot Agung Riadi, di Penajam, Jumat menjelaskan, dengan alasan ingin buang air kecil kepada petugas saat dibawa ke lokasi penemuan barang bukti baru, Husein berhasil melarikan diri dari pengawalan petugas.

“Husein lari dari pengawalan petugas dan bersembunyi disemak-semak di daerah Gunung Seteleng, kemudian menyeberang ke Balikpapan menggunakan kapal feri, Kamis (17/12). Berdasarkan informasi Husein berada di rumah neneknya,” jelas Djarot Agung Riadi.

Kapolres Djarot Agung Riadi mengungkapkan, setelah melakukan upaya pencarian dan pengejaran sekitar 20 jam, akhirnya tahanan tersebut dapat ditangkap kembali di rumah neneknya, di Asrama Bukit, Kebun Sayur, Balikpapan, Jumat (18/12) sekitar pukul 13.00 Wita.

“Husein terpaksa ditembak kakinya karena saat akan diamankan melakukan perlawanan dan mencoba kabur kembali,” kata Djarot Agung Riadi.

“Saat ini Husein mendapatkan perawatan medis di Instalasi Gawat Darudat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Penajam Paser Utara,” ujar Kapolres.

Sebelumnya Husein ditangkap Kepolisian Sektor Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, dikediamannya di Gang Rana RT 25 Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Jumat (11/12) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita.

Penangkapan Husein berawal dari ditemukannya satu unit sepeda motor pretelan tanpa dilengkapi nomor kendaraan dan surat-surat, kemudian sepeda motor tesebut diamankan di Mapolsek Penajam untuk dilakukan pemeriksan.

Setelah diperiksa, sepeda motor tersebut dipastikan milik salah satu warga yang melaporkan kehilangan sepeda motor pada 23 November 2015.

Husein yang telah ditetapkan menjadi tersangka kasus curanmor tersebut dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.