Penajam Gelar Pasukan Untuk Cek Kesiapan Operasi Lilin

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Wakil Bupati Mustaqim MZ (peci hitam) saat mengikuti apel siaga gelar pasukan Operasi Lilin Mahakam 2015 di Mapolres Penajam Paser Utara (Subur Priono - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Wakil Bupati Mustaqim MZ (peci hitam) saat mengikuti apel siaga gelar pasukan Operasi Lilin Mahakam 2015 di Mapolres Penajam Paser Utara (Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Mustaqim MZ mengatakan, gelar pasukan Operasi Lilin Mahakam 2015 merupakan upaya pengecekan akhir kesiapan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Pengecekan dilakukan terhadap kesiapan sarana dan prasarana pendukung serta rencana tindakan yang tepat,” kata Wakil Bupati Mustaqim usai mengikuti apel siaga gelar pasukan Operasi Lilin Mahakam 2015 di Mapolres Penajam Paser Utara, Rabu.

Kedua moment Natal dan Tahun Baru lanjut Mustaqim, diprediksi akan meningkatkan mobilitas massa pada tempat aktivitas dan tempat-tempat tertentu, sehingga Kesiapan seluruh personel yang tergabung dalam operasi lilin tersebut dituntut siap segalanya.

Sementara Kapolres Penajam Paser Utara, Ajun Komisaris Besar Raden Djarot Agung Riadi mengatakan, gelar pasukan tersebut merupakan bukti kesiapan polisi dan personel gabungan dari berbagai unsur untuk mengamankan natal dan tahun baru di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Apel siaga gelar pasukan dapat dilakukan pengecekan kesiapan akhir pelaksanaan operasi, baik pada personil, sarana prasarana, anggaran serta keterlibatan unsur yang ada di dalamnya,” kata kapolres.

“Polres menurunkan 394 personel dibantu dari personel dari TNI, Dinsa Perhubungan, Dinas Kesehatan, SAR serta BPMPD serta Satpol PP, sehingga personel yang siaga sebanyak 400 personel,” jelas Djarot Agung Riadi.

Operasi Lilin Mahakam 2015 yang mulai dilaksanakan sejak 23 Desember 2015 hingga 6 Januari 2016 tersebut tambah kapolres, untuk memberikan jaminan keamanan dan pelayanan kepada masyarakat, dengan didukung kegiatan intelejen, berupa deteksi dini maupun deteksi aksi serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

“Agar kondusif kamtibmas tetap terjaga dan terpelihara, Polri dituntut bekerja keras dan bersinergi dengan seluruh instansi terkait serta seluruh elemen masyarakat,” kata Djarot Agung Riadi.

“Seluruh Kasatwil harus mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif, aplikatif serta bertindak tepat, efektif dan efesien dalam mengatasi berbagai gangguan yang ada,” tegas kapolres. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.