Bupati Penajam Lakukan Koordinasi dengan Kementrian Perindustrian

Alpian – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar saat berkoordinasi dengan Dirjen Kementerian Perindustrian (Alpian - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar saat berkoordinasi dengan Dirjen Kementerian Perindustrian (Alpian – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur melakukan koordinasi dengan Kementerian Perindustrian sebagai langkah percepatan pengembangan Kawasan Industri Buluminung (KIB)

Pertamuan yang dilaksanakan di ruang kerja Kementerian Perindustrian, di Jakarta, Selasa (22/12) tersebut Bupati Yusran Aspar didampingi Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Puguh Sumitro, ditemui oleh Dirjen Industri Logam, Mesin Alat Transportasi dan Elektrika, I Gusti Putu serta Dirjen Pengembangan Perlayakan Industri, Imam Haryono.

I Gede Putu mengatakan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2009 tentang Kawasan Industri yang sedang disempurnakan, bahwasanya kawasan industri itu bisa dikelola swasta maupun pemerintah,

“Kawasan Industri itu bisa dikelola pemerintah, seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan bisa juga dalam bentuk koperasi. Mekanisme pertama dilihat dari status lahan kawasan industri itu, selanjutnya kebijakan kepala daerah,” jelasnya.

Selama ini lanjut I Gede Putu kawasan industri penunjang koorporasi migas (minyak bumi dan gas) hanya ada di Batam, dan di Kawasan Industri Buluminung bisa juga dibangun penunjang koorporasi migas tersebut dan Kementerian Perindustrian yang mencari pengelolanya.

“Saya minta “masterplan” KIB agar saya bisa promosikan Kabupaten Penajam Paser Utara, terutama KIB karena KIB itu sudah cukup siap untuk dikembangkan,” katanya.

Menurut Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar pertemuan tersebut sangat penting untuk percepatan pembangunan KIB, karena ke depan banyak investor yang akan menanamkan modal di KIB tersebut.

“Dari hasil diskusi dan koordinasi, kedua Dirjen di Kementerian Perindustrian itu sangat mendukung pembangunan dan pengembangan KIB, dimana pada 2106 akan mefasilitasi dengan mengundang pengusaha, baik dalam negeri maupun luar negeri untuk memperkenalkan Kabupaten Penajam Paser Utara,” katanya.

Kawasan Industri Buluminung lanjut Yusran Aspar sangat selain menjanjikan bagi para investor, pengembangan KIB juga akan menyerap tenaga kerja lokal serta menjadi salah satu pemasukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Bupati Yusran Aspar berharap, ada lagi pengusaha atau investor besar yang mau menanamkan modalnya di Kawasan Industri Buluminung, sehingga perekonomian di Kabupaten Penajam Paser Utara lebih berkembang sehingga masyarakat dapat merasakan keberhasilan dari pembangunan. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.