Kapolres Paser Terbiasa Natal di Tempat Bertugas

 

Tana Paser, helloborneo.com – Saat setiap orang pada umumnya merayakan natal bersama keluarga besarnya, Kapolres Paser AKBP Cristian Torry yang sejak pertamanya bertugas 1997, mulai terbiasa merayakan natal di tempat bertugas.

Rapal JKN

Kapolres Paser AKBP Cristian Torry

Kapolres Paser AKBP Cristian Torry

Torry-sapaan akrab dari Cristian Torry saat dijumpai di ruangannya, mengungkapkan, tugasnya menjadi polisi membuat ia sudah terbiasa untuk merayakan Natal bersama istri dan anaknya di tempat dinas.

Pasalnya dalam kondisi perayaan hari besar atau sebagainya justru dia harus bertugas melakukan pengamanan, meski situasi kondisi sangat kondusif. “Sejak lepas pendidikan 1997, saya selalu merayakan natal di lokasi saya berdinas,” terang Torry sambil tersenyum.

“Meski demikian saya tidak keberatan, karena inilah tugas saya sebagai polisi. Yang harus selalu ada di tengah masyarakat untuk mengayomi,” jelas Torry.

Torry lanjut bercerita, selama dia bertugas tak ada pengalaman istimewa selama natal. Namun kenangan masa kecilnya tentang adanya Sinterklas, menjadikannya seorang yang sederhana dan berjiwa gigih dalam mengejar cita-cita dan karirnya.

“Dulu waktu saya masih kelas 4 SD saya sangat menginginkan sepeda, sehingga saat malam natal saya membuat pesan kepada Sinterklas agar diberikan sepeda. Namun saat terbangun sepeda yang saya idamkan tak kunjung ada,” cerita Torry.

Namun beranjak dewasa, dia mulai sadar diri. Setiap keinginan harus diperjuangkan. Sehingga kenangan permohonannnya kepada Sinterklas menjadi cerita tersendiri.

“Makin dewasa saya mulai sadar, kalau setiap keinginan itu harus ada kerja keras didalamnya. Sehingga sampai saat ini saya selalu menjadi orang yang optimistis mewujudkan apa yang saya inginkan,” tutur Tory.

Tak hanya itu Torry menyatakan, melalui perayaan natal ini, bukan menjadi perayaan yang berlebihan. Justru natal baginya menjadi ajang untuk intropeksi diri dan membangun rasa toleransi kepada setiap umat beragama.

“Natal ini merupakan hari yang sepesial, namun tidak harus dirayakan secara berlebihan. Justru saya merayakan sesederhana mungkin. Karena ini merupakan momen untuk intropeksi diri agar menjadi orang yang lebih baik lagi,” tuturnya.

“Saya juga berharap dan selalu mengimbau masyarakat agar tetap menjalin kerukunan, toleransi antar umat bergama, dan kita harus pandai-pandai menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat,” tutupnya. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.