Dihubbudpar Penajam Usulkan Anggaran RP46 Miliar Bangun Pelabuhan

Suherman

Maket rencana pembangunan Pelabuhan “Speedboat” di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (Suherman - Hello Borneo)

Maket rencana pembangunan Pelabuhan “Speedboat” di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, halloborneo.com – Dinas Perhubungan Kebudayaan dan Pariwisata (Dishubbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, berencana mengusulkan anggaran Rp46 miliar pada 2016 untuk pembangunan Pelabuhan “Speedboat” di Kecamatan Penajam.

Kepala Bidang Perhubungan Laut Didhubbudpar Kabupaten Penajam Paser Utara, Budi Sarjono, saat dihubungi di Penajam, Selasa mengatakan, usulan anggaran pembangunan pelabuhan “speedboat” tersebut rencananya akan diajukan ke pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Kami akan usulkan anggaran Rp46 miliar untuk bangun pelabuhan itu ke APBN, APBD provisni dan APBD kabupaten,” katanya.

Pelaksanaan pembangunan Pelabuhan “Speedboat” tersebut lanjut Budi Sarjono, masih dalam tahap sosialisasi kepada kecamatan dan kelurahan, Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) serta motoris dan waga sekitar.

“Kami lakukan sosialisasi pembebasan lahan dan dampak pembangunan pelabuhan itu dengan melibatkan seluruh elemen, termasuk pemukiman baru untuk warga yang lahannya terkena gusur,” jelasnya.

Menurut Budi Sarjono, Pelabuhan “Speedboat” rencananya akan dibangun empat dermaga yakni, dua terminal kedatangan dan dua terminal keberangkatan “speedboat” dan kapal klotok, untuk ketertiban dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengguna jasa angkutan laut.

Selain itu Dishubbudpar Kabupaten Penajam Paser Utara, kata dia, akan memberlakukan tiket elektronik atau E-tiket untuk masuk ke pelabuhan tersebut, untuk mengurangi kecurangan karena penumpang angkutan laut yang tidak membeli tiket tidak bisa masuk.

Pembangunan pelabuhan seluas 4 hektare yang direncanakan selesai sekitar dua tahun tersebut tambah Budi Sarjono, diharapkan mampu meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah) Kabupaten Penajam Paser Utara. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.