Kemenhub Terbitkan Surat Persetujuan “Clearance” Jembatan Penajam-Balikpapan

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Gambar rencana jembatan penghubung Penajam Paser Utara-Balikpapan (dok. Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Gambar rencana jembatan penghubung Penajam Paser Utara-Balikpapan (dok. Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Kementerian Perhubungan telah menerbitkan surat persetujuan “clearance” atau tinggi ruang bebas jembatan penghubung Penajam-Balikpapan setinggi 50 meter dari permukaan air laut tertinggi, kata Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar.

“Kemenhub menerbitkan surat tertulis persetujuan “clearance” Nomor PR 002/12/14 ph 2015 tanggal 31 Desember 2015 yang ditujukan kepada Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak,” jelas Yusran Aspar, di Penajam, Rabu.

Isi surat persetujuan tersebut, diantaranya menyatakan, sesuai ketentuan pasal 39 ayat (3) dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 68 Tahun 2011 tentang alur pelayaran di laut, maka Direktur Jenderal Perhubungan dapat menyetujui ruang bebas jembatan setinggi 50 meter, diukur pada saat air pasang tertinggi (High Highest water level/HHWL).

“Dengan sudah diterbitkannya surat persetujuan dari Kemenhub itu akan mempermudah pembuatan izin pemanfaatan ruang di provinsi dan analisa dampak lingkungan (Amdal). Saya optimistis, pembangunan jembatan penghubung itu dapat segera terealisasi,” kata Yusran Aspar.

Pembangunan jembatan penghubung dengan titik di Nipah-nipah, Penajam Paser Utara dan Melawai, Kota Balikpapan tersebut lanjut Bupati Yuasran Aspar, harus terwujud karena dengan keberadaan jembatan penghubung itu menjadi faktor kunci kemajuan pembangunan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kalimantan.

“Makanya, kami begitu berambisi untuk memperjuangkan ini, dan optimistis pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan akan segera terwujud,” kata bupati.

Menurut Yusran Aspar, dampak positif yang dapat diperoleh dengan adanya Jembatan Penajam-Balikpapan adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Mempermudah masyarakat, hemat biaya dan sebagainya. Pemerintah daerah mengejar pertumbuhan kontribusinya paling besar 20-30 persen,” ujar bupati.

Bila investasi telah meningkat, tambah Yusran Aspar, kesejahteraan masyarakat tentu akan meningkat, sehingga Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tidak lagi terlalu berat untuk melakukan pembangunan bagi daerahnya.

Rencananya jembatan tol Penajam-Balikpapan didesain kekuatan “full” kelas II-B, sehingga mampu menahan beban kendaraan sejenis tronton dan kendaraan berat lainnya. Jembatan ini berjarak 5,4 kilometer, ditambah jalan tol hingga Sepinggan sepanjang 12 kilometer.

Dari analisa ekonomi dan finansial, apabila jembatan sudah ada, maka di tahap pertama Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB P2) yang telah dilimpahkan ke daerah meningkat menjadi Rp300 miliar per tahun, karena ada migrasi penduduk dari Balikpapan ke Penajam, tetapi tingkat kepadatan di Balikpapan tidak mengalami perubahan. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.