Bentuk Konsorsium Jembatan Penajam-Balikpapan

AH Ari B

 

Pembentukan konsorsium pembangunan jembatan penghubung  Penajam-Balikpapan (dok. Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Pembentukan konsorsium pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan (dok. Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, halloborneo.com – Proses pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan memasuki tahap pembentukan konsorsium terkait pembiyaan pembangunan jembatan penghubung tersebut, kata Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar.

“Usulan tinggi ruang bebas jembatan Teluk Balikpapan yang menghubungkan Nipah-nipah, Penajam Paser Utara dan Melawai, Kota Balikpapan, setinggi 50 meter dari permukaan air laut tertinggi, sudah disetejui Kemenhub,” jelas Yusran Aspar, saat dihubungi di Penajam, Kamis.

“Surat persetujuan dari Kemenhub “clearance” atau tinggi ruang bebas jembatan penghubung Penajam-Balikpapan setinggi 50 meter dari permukaan air laut tertinggi itu diterima pekan pertama Januari 2015,” ungkap bupati.

Pemerintah Kabupaten Paser Utara, kata Yusran Aspar, sudah melakukan pertemuan dengan PT Waskita Karya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta Pemerintah Kota Balikpapan, sebagai konsorsium untuk membicarakan sistem pembiayaan pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan tersebut.

“Usulan pembiyaan pembangunan jembatan itu, diantaranya 85 persen biaya pembangunan ditanggung PT Waskita Karya dan sisanya 15 persen ditanggung tiga anggota konsorsium lainnya, atau pembiayaan pembangunan dibagi masing-masing 25 persen untuk empat anggota konsorsium,” jelas bupati.

“Pada rapat konsorsium juga sudah ditetapkan nama PT Jembatan Teluk Balikpapan untuk konsorsium pembangunan jembatan penghubung itu, selanjutnya akan diserahkan kepada Gubernur Kaltim untuk disetujui,” kata Yusran Aspar.

Bupati Yusran Aspar, berharap, proses lelang pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan sepanjang 5,4 kilometer dengan lebar 33 meter, yang diperkirakan menelan anggaran mencapai Rp5,6 triliun tersebut dapat dilaksanakan pada 2016.

“Terbitnya surat persetujuan dari Kemenhub itu akan mempermudah pembuatan izin pemanfaatan ruang di provinsi. Saya optimistis, pembangunan jembatan penghubung itu dapat segera terealisasi,” ujar bupati. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.