716 Hektare Lahan di Penajam Terbakar Selama 2015

Bagus Purwa

 

Pelaksana tugas (Plt) BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Yahya

Pelaksana tugas (Plt) BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Yahya

Penajam, helloborneo.com – Sekitar 716 hektare lahan dan hutan, termasuk kawasan pemukiman di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terbakar sejak Januari hingga Desember 2015, kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Yahya.

“Sepanjang 2015 sebanyak 244 titik lahan dan hutan serta 16 kawasan pemukiman terbakar dengan luas mencapai 716 hekatre,” ungkap Yahya, saat dihubungi di Penajam, Jumat.

“Wilayah Penajam Paser Utara pada 2015 lalu mengalami musim kemarau sehingga kelembaban udara cukup rendah. Kondisi ini rentan menyebabkan kebakaran lahan dan hutan, termasuk kawasan permukiman,” jelasnya.

Kebakaran lahan dan hutan serta kawasan pemukiman seluas 715 hekatre pada 2015 tersebut menurut Yahya, terjadi di Kecamatan Penajam dengan luas lahan dan hutan serta kawasan pemukiman yang terbakar mencapai 237 hektare.

Sedangkan luas lahan dan hutan serta kawasan pemukiman yang terbakar di Kecamatan Waru sekitar 113 hektare, di Kecamatan Babulu mencapai 195 hektare, sementara di Kecamatan Sepaku luas lahan dan hutan serta kawasan pemukiman yang terbakar 170 hektare.

Kemarau panjang yang terjadi pada 2015 lanjut Yahya, menyulitkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan karena sumber air yang biasa digunakan untuk mengisi mobil pemadam kebakaran mengering.

“Pada 2016 ini, kami akan bangun sumur bor di wilayah Tunan, Kecamatan Penajam, sehingga petugas mudah dan cepat mendapatkan air untuk melakukan pemadaman kebakaran,” katanya.

Semantara pada pekan pertama Januari 2016 ini tambah Yahya, BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, telah melakukan pemadaman di kawasan pemukiman di empat kecamatan yang terbakar dengan luas mencapai sekitar empat hektare. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.