DPRD Penajam Tolak “Multiyears” Tahap Dua

AH Ari B

 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Sudirman (AH Ari B - Hello Borneo).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Sudirman (AH Ari B – Hello Borneo).

Penajam, helloborneo.com – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menolak proyek “multiyears” atau tahun jamak tahap kedua yang diajukan pemerintah setempat karena terbatasnya keuangan daerah.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Sudirman, saat dihubungi di Penajam, Jumat mengatakan, karena adanya pengurangan dana bagi hasil dari pemerintah pusat, keuangan daerah sangat terbatas sehingga tidak akan mampu melaksanakan proyek “multiyears” tahap dua yang diajukan pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah masih punya hutang kepada pihak ketiga, jadi APBD tidak akan mampu untuk membiayai 21 proyek tahun jamak usulan baru pemerintah daerah berkisar Rp400 miliar,” jelasnya.

Menurut Sudirman, saat ini anggaran yang harus disiapkan setiap tahun mencapai Rp300 miliar untuk pembayaran 24 proyek “multiyeas” yang sedang berjalan, kemudian anggaran rutin untuk gaji pegawai dan lainnya mencapai Rp900 miliar.

Semantara besaran APBD 2016 lanjut dia, hanya mencapai Rp1,4 triliun, sehingga seluruh anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, sepakat tidak memassukan kegiatan “multiyears” atau proyek tahun jamak tahap kedua.

“APBD 2016 itu hanya Rp1,4 triliun, kalau ditambah dengan beban proyek tahun jamak baru bisa dipastikan tidak akan ada kegiatan lainnya di setiap SKPD (satuan kerja perangkat daerah),” kata legislator PDI Perjuangan tersebut.

Ke-21 paket proyek “multiyears” atau tahun jamak yang diajukan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut, di antaranya pembangunan “Water Front City” di kawasan “coastal road” Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.