Kemenag Penajam : Kemajemukan Jadikan Kekuatan Yang Positif

Iskandar/Alpian – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Kepala Kemenag Kabupaten Penajam Paser Utara, Hakimin saat beri sambutan pada Peringatah Natal yang digelar GPIB Jemaat ”Kanaan” Kenangan Pos Pelayanan  “Eklesia” (dok. Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Kepala Kemenag Kabupaten Penajam Paser Utara, Hakimin saat beri sambutan pada Peringatah Natal yang digelar GPIB Jemaat ”Kanaan” Kenangan Pos Pelayanan “Eklesia” (dok. Humas Setkab Penajam Paser Utara)kepala

Penajam, helloborneo.com – Kemajemukan suku bangsa, hendaknya dijadikan kekuatan dan disikapi dengan penuh rasa syukur yang diimbangi dengan perbuatan yang positif, kata Kepala Kemeterian Agama (Kemenag) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Hakimin pada Peringatah Natal yang digelar GPIB Jemaat ”Kanaan” Kenangan Pos Pelayanan “Eklesia”, Jumat (8/1).

“Keragaman yang dimiliki harus diterima sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Saya ingin perayaan Natal semakin membawa kesentosaan dan kesejahteraan bagi umat Kristaiani Kabupten Penajam Paser Utara, dalam menyongsong hari esok yang lebih baik,” katanya.

Perayaan Natal lanjut Hakimin, hendaknya dapat menggugah pikiran umat Kristiani akan makna kelahiran Tuhan Yesus yang dapat menjadi inspirasi bagi umat manusia untuk penerangan dan berbuat kebajikan dalam berprilaku beragama, berbangsa dan bernegara.

Kelahiran Kristus Yesus menurut dia, juga sarat akan nilai-nilai universal ajaran agama, setiap agama sangat mencintai kehidupan yang aman, tenteram dan damai yang diwarnai oleh insan yang berbudi luhhur berakhlak mulia penuh toleransi dan saling mengasihi..

“Kita mendambakan keidupan yang jauh dari kekerasan, kebencian dan fitnah. Kita harus menjadikan ajaran agama sebagai motivasi dan inspirasi dalam memperkokoh kerukunan umat beragama,” ujar Hakimin.

Pemerintah daerah tambahnya, terus berkomitmen menjaga kemajemukan dan sendi-sendi kebebasan beragama, sehingga tidak terjadi saling menyakiti karena beda agama. Kerukunan beragama harus digaungkan dan diimplementasikan sebagai budaya bangsa Indonesia.

Pendeta Emeritus Jonathan B Pabendan dalam khutbahnya mengajak umat Kristiani agar menjadikan mementum perayaan Natal sebagai bahan renungan dan sebagai spirit untuk maju, jadikan kasih Tuhan sebagai penerang hati sanubari baik bagi umat kristen maupun umat lain dimanapun berada.

Sementara Kordinantor Jemaat GPIB Kabupaten Penajam Paser Utara, Jense Grace Makisurat mengatakan, acara peringatan Natal dihadiri sejumlah Pendeta GPIB beserta ratusan jemaatnya,

“Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, khusunya Kepala Kemenag Kabupaten Penajam Paser Utara, yang telah hadir dalam undangan selaku pemerintah,” katanya. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.