Maulid Nabi di Penajam Hadirkan Ustad Das’ad Latif

Suherman

Ustad Das'ad Latif saat meyampaikan tausiyah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Kantor Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara (Suherman - Hello Borneo)

Ustad Das’ad Latif saat meyampaikan tausiyah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Kantor Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menghadirkan ulama asal Makassar, Ustad Das’ad Latif.

Dalam ceramahnya, Ustad Das’ad Latif, mengajak umat Islam di Kabupaten Penajam Paser Utara, selalu berbuat amal kebaikan, serta  meningkatkan keteladanan pada Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari agar selamat dunia dan akhirat.

“Di akhirat nanti manusia akan dikumpulan oleh Allah dengan matahari sejengkal di atas kepala manuasia, disaat itu manusia akan berubah wajagnya sesuai dengan amal kebaikan,” kata Ustad Das’ad Latif pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di halaman Kantor Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara, Rabu.

Menurutnya, manusia yang suka menyogok dan disogok wajahnya akan berubah seperti anjing. Karena ingin menjadi PNS (pegawai negeri sipil) rela mengeluarkan uang dengan cara haram, mereka yang menggunakan cara menyogok sampai kapanpun gaji yang didapat adalah haram.

Sementara manusi yang berubah seperti  ular adalah orang suka menjilat, orang seperti itu tidak akan mendapat restu dari orang tua, karena cita-cita orang tua menyekolahkan anaknya sampai sarjana adalah menjadi anak yang berguna bukan sebagi pejilat ke pejabat-pejabat.

“lebih baik  berdo’a kepada Allah dan berserah diri, karena bukan orang lain yang mengangkat derajat manusi namun hanya Allah, Dzat yang bisa menolong hambanya,” jelas Ustad Das’ad Latif.

Sedangkan manusia yang serakah lanjut dia,  pada akhir nanti wajahnya akan berubah seperti monyet. filosofi itu adalah orang yang serakah,
“Contoh di SKPD (satuan kerja perangkat daerah) semua proyek besar maupun kecil diambil. dia yang kontraktor, dia yang pengawas diborong semua, itu serakah,” ujar Ustad Das’ad Latif.

Sedangkan manusia yang suka mengambil barang bukan miliknya, termasuk barang-barang kantoryang ditukar dengan barang miliknya, di akhirat akan dilaknat Allah dan wajahnya berubag seperti tikus.

“Orang-orang  seperti itu selama 40 hari 40 malam, amal ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah,” kata Ustad Das’ad Latif

Ketua Panitia Hari Besar Islam Kabupaten Penajam Paser Utara, Sukardi mengatakan, dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, mari mantapkan itegeritas diri dalam membangun Kabupaten Penajam Paser Utara.

Integeritas pada hakekatnya tambahnya, memahami aturan dan moral, dan harus dijadikan pedoman para PNS sesuai dengan sumpah inteteritas yang telah diucapkan, perilaku pegawai harus sesuai dengan janji yang telah diucapkan.
(bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.