Dishutbun Penajam Kekurangan Polisi Hutan

Bagus Purwa

 

Kepala Seksi Keamanan dan Perlindungan Hutan Dishutbun Kabupaten Penajam Paser Utara, Manuju Manullang (Bagus Purwa - Hello Borneo)

Kepala Seksi Keamanan dan Perlindungan Hutan Dishutbun Kabupaten Penajam Paser Utara, Manuju Manullang (Bagus Purwa – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Kepala Seksi Keamanan dan Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Manuju Manullang mengungkapkan hingga kini Dishutbun masih kekurangan personel Polhut atau polisi hutan.

“Jumlah personel Polhut di Dishutbun Kabupaten Penajam Paser Utara, hanya sembilan orang, sesuai peraturan minimal jumlah personel Polhut di setiap daerah itu 48 orang,” jelas Manuju Manullang, saat dihubungi di Penajam, Jumat.

Dengan jumlah personel Polhut yang hanya sembilan orang tersebut lanjut dia, tidak sebanding untuk melakukan pengawasan hutan di wilayah Penajam Paser Utara, yang luasnya ratusan hektare dan letaknya berjauhan.

Selain kekurangan personel Polhut, upaya penertiban aksi perambahan kawasan hutan secara liar atau “illegal logging” di wilayah Penajam Paser Utara, menurut Manuju Manullang, juga terkendala anggaran dan sarana prasarana yang sangat minim.

Wilayah hutan dan perkebunan di Kabupaten Penajam Paser Utara, terutama di wilayah Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam dan Kecamatan Sepaku, kata Manuju Manullang, rawan dan menjadi basis perambahan kawasan hutan secara liar.

“Kegiatan pembalakan liar masih kerap terjadi setiap hari di Sotek dan Kecamatan Sepaku, yang memiliki area hutan dan perkebunan yang cukup luas,” ungkapnya.

Sepanjang 2015 Dishutbun Kabupaten Penajam Paser Utara, tamban Manuju Manullang, menemukan sekitar 80 kubik kayu ilegal jenis Ulin, Bengkirai, dan Meranti yang tidak diketahui pemiliknya, jumlah temuan tersebut meningkat 20 kubik dibanding 2014 yang hanya sekitar 60 kubik.

Selain itu pada 2015 Tim Pencegahan dan Pemberantasan Pengerusakan Hutan yang terdiri dari unsur TNI, kepolisian dan Dishutbun Kabupaten Penajam Paser Utara, menyita truk bermuatan 152 balok kayu ulin ilegal dan menangkap lima orang pembalak.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk menambah jumlah personel Polhut serta sarana prasarana dan anggaran sehingga upaya pencegahan perambahan kawasan hutan secara liar di wilayah Penajam Paser Utara dapat lebih ditingkatkan,” ujarnya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.