Warga Paser Keluhkan Pemadaman Listrik Berjam-jam

N Sya

 

Warga marah atas pemadaman yang sering dilakukan PLN. (Rapal JKN - Hello Borneo)

Warga marah atas pemadaman yang sering dilakukan PLN. (Rapal JKN – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Warga sekitar Tanah Periuk dan Sangkuriman mengeluhkan pemadaman listrik yang sering terjadi dua hari terakhir, Minggu (31/1) dan Senin (1/2). Tidak tanggung-tanggung, pemadaman yang terjadi berlangsung berjam-jam. Tidak ada informasi dari pihak PLN kenapa lampu padam.

Warga merasa geram pasalnya pemadaman lampu berjam-jam sangat mengganggu aktifitas sehari-hari. Warga yang notabenenya adalah wirausaha banyak dirugikan dengan adanya pemadaman, perabotan elektronik jadi tidak berfungsi dengan baik.

Hal tersebut dibenarkan warga Tanah Periuk, Sri Harnaning. “Dua hari ini sering mati lampu, tidak tahu apa penyebabnya. Mati lampu bisa berjam-jam, gara-gara lampu mati berjam-jam, es batu untuk jualan di kantin jadi cair. Kalau matinya siang masih bisa beku lagi untuk jualan besoknya, tapi kalau matinya malam tidak sempat beku untuk dijual besok paginya,” Harnaning.

“Kulkas di rumah jadi sering tidak berfungsi, air yang di masukkan kulkas lama sekali baru dingin padahal temperature kulkas sudah dibesarkan. Nasi yang ada di tempat pemanas juga jadi cepat kering dan basi. Kalau orang yang jualan di kantin pasti bisa rugi besar,” lanjut Harnaning.

Pemadaman juga dikeluhkan warga, Maria Indriani, yang bekerja di Distributor Penjualan Handphone di Desa Sangkuriman. Setiap hari mereka membutuhkan listrik untuk memperlancar pekerjaan, pekerjaan mereka di tuntut untuk terus tersambung ke Internet. Ketika pemadaman terjadi mau tidak mau menggunakan Genset, dan hal tersebut menambah biaya lebih besar lagi.

“Kalau mati lampu, wifi juga ikut mati, jadi mau ga mau kita harus pake genset. Dan biaya untuk membeli bahan bakarnya mahal, jadi nambah pengeluaran per bulannya, beli voucher listrik dan beli solar juga,” ucap Indriani.

“Hari minggu mati lampu jam 10 pagi dan nyala jam 2 siang, kemudian hari Senin mati lampu jam 5 sore sampai 10 malam, lalu jam 11 malam mati lagi sampai jam 1 dini hari,” tutup Indriani. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.