Masih Dibahas, Kenaikan HET LPG 3 Kg Paser

MR Saputra

 

Rapat usulan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di Kabupaten Paser. (MR Saputra - Hello Borneo)

Rapat usulan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di Kabupaten Paser. (MR Saputra – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Rapat usulan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg berlangsung cukup alot di ruang rapat Seratai (Ruang rapat Asisten II), Selasa (9/2). Rapat tersebut membahas rencana kenaikan LPG di beberapa Kecamatan Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang berada radius 60 km dari Tanah Grogot.

Pembahasannya melibatkan semua pihak terkait, yaitu Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Badan Pusat Statistik (BPS), Satpol PP, Polri, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), serta Agen LPG Paser PT. Achdiannur Has dan PT. Habi Jaya.

Kepala Bagian Ekonomi, Bambang Purwanto sebagai pemimpin rapat mengatakan surat Hiswana Migas Balikpapan NO.002/DPC/HMB-UM/I/2016 tanggal 08 Januari 2016 perihal penetapan harga jual isi ulang LPG tabung 3 kg di beberapa Kecamatan Paser harus dikaji lagi. Karena ada beberapa kejanggalan yang berkaitan dengan ketidaksesuaian jarak yang tertera dalam surat Hiswana Migas.

“Hiswana Migas harus mengecek ulang jarak dari agen menuju Kecamatan yang akan dinaikkan HET nya. Jangan hanya mengira saja, Bappeda dan BPS pasti punya data jarak setiap Kecamatan dari ibukota Kabupaten Paser. Jadi saya rasa usulan kenaikan harga ini harus diperbaiki lagi datanya dan dilakukan pembahasan ulang,” jelas Bambang.

Disampaikan Bambang, kenaikan HET LPG 3 kg ini melihat seberapa jauh dan sulitnya medan menuju pangkalan di setiap Kecamatan. Ia juga menyampaikan kenaikan HET ini harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat kita. Mengingat banyaknya pemutusan kerja dibeberapa perusahaan.

“Mungkin kita yang ada di ruangan ini setuju-setuju saja dengan kenaikan LPG ini, tetapi kita juga harus melihat warga yang ada di Kecamatan tersebut. Apakah mereka sanggup dengan kenaikan, mengingat akhir-akhir ini banyak terjadi pemutusan kerja,” ucap Bambang.

Dalam rapat juga ditemukan beberapa masalah pendistribusian LPG 3 kg yang terjadi di lapangan. Kenyataannya di Kabupaten Paser banyak sekali pengecer yang menjual tabung gas LPG dengan jumlah yang banyak dan dijual di atas HET Tanah Grogot yaitu Rp 22.000.

Hal tersebut di benarkan Ambo Sulo selaku pimpinan PT. Achdiannur Has, “Kenyataanya memang banyak sekali pengecer yang menyetok tabung gas 3 kg untuk di jual lagi dengan harga tinggi sekitar Rp 28.000 pertabung,” ucap Ambo Sulo.

Pihak penegak hukum tidak bisa melakukan apa-apa karena belum ada peraturan pemerintah tentang harga minimum pengecer menjual LPG 3 kg. Harapan semua pihak usai rapat berlangsung, ada perda yang diusulkan mengenai batas jual pengecer, agar penegak hukum dengan mudah mengamankan pengecer yang melakukan pelanggaran. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.