Polres Penajam Sita Sabu-Sabu 63,35 Gram

AH Ari B

Kapolres Penajam Paser Utara, AKBP Raden Djarot Agung Riadi (kacamata) menginterogasi tujuh pelaku penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang yang berhasil diamankan (AH Ari B - Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Kepolisian Resor Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, berhasil menyita 63,35 gram sabu-sabu dari 10 pengungkapan kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba sepanjang Januari hingga Februari 2016.

Kapolres Penajam Paser Utara, Ajun Komisaris Besar Raden Djarot Agung Riadi, saat dihubungi di Penajam, Minggu mengungkapkan, sepanjang Januari 2016, kepolisian setempat berhasil meringkus lima orang pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan barang bukti 26,95 gram sabu-sabu.

Sedangkan pada Februari 2016, Satuan Resnarkoba Polres Penajam Paser Utara, kata Kapolres berhasil menangkap delapan orang pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan barang bukti 34,64 gram sabu-sabu.

Satu pelaku lainnya yakni, Syd (27) warga Jalan Unocal RT 001 Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, yang diduga sebagai pemakai dan pengedar, lanjut Djarot Agung Riadi, diringkus pada Sabtu (13/2) sekitar pukul 22.00 Wita.

“Penangkapan mantan buruh di salah satu perusahaan tambang itu, berlangsung di depan sebuah warung kopi di Jalan Raden Sukma Kelurahan Penajam. Dari Syd, polisi menyita 7 paket sabu-sabu seberat 1,76 gram,” jelas Kapolres.

Polres Penajam Paser Utara menurut Djarot Agung Riadi, , telah menetapkan tersangka kepada 14 pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba tersebut sebagai pemakai dan pengedar dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal penjara seumur hidup sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain itu pada Februari 2016, tambah Kapolres, Satuan Resnarkoba Polres Penajam Paser Utara, juga berhasil menangkap tiga warga diduga pengedar obat-obatan terlarang jenis double L (LL), dengan barang bukti 4.280 butir LL.

“Ketiganya kami tetapkan tersangka dan dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 Ayat (1) subsider Pasal 196 jo Pasal 98 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” ujarnya. (bp/rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.