Gubernur Minta Pembangunan Jembatan Penajam-Balikpapan Dipercepat

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak , pimpin rapat koordinasi pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan, di Jakarta (Subur Priono - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak , pimpin rapat koordinasi pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan, di Jakarta (Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak meminta pelaksanaan pembangunan jembatan teluk penghubung dari Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara ke Melawai, Kota Balikpapan, dipercepat.

“Permintaan itu diungkapkan Gubernur Kaltim, pada rapat koordinasi pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan, pada Jumat (12/2) di Jakarta,” kata Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar di Penajam, Senin.

Gubernur Awang Faroek Ishak, lanjut Yusran Aspar, mengintruksikan semua prosesdur harus segera dipenuhi dan dilaksanakan. Para inisiator pembangunan jembatan itu diminta segera melakukan pembentukan PT (perseroan terbatas).

“Kami diminta segera membentuk PT yang mendapatkan konsesi dan melengkapi segala persyaratan lainnya yang dibutuhkan,” ujarnya.

Menurut Yusran Aspar, terkait pembangunan jembatan Penajam-Balikpapan sudah tidak ada masalah, tinggal mempercepat proses pelaksanaan dan menyelesaikan tahapan yang telah disusun sehingga pembangunan dapat segera dilaksanakan.

“Saya harapkan, semua tahapan itu dapat diselesaikan dengan cepat dan lancar sehingga proses pembangunan akan lebih cepat,” katanya.

“Kami juga sudah bertemu dengan investor asal Tiongkok dan bersedia untuk berinvestasi, semua itu tidak ada masalah,” jelas Yusran Aspar.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pada saat rapat koordinasi tersebut kata Yusran Aspar, mengungkapkan Pemerintah Kota Balikpapan mendukung pembangunan jembatan Penajam-Balikpapan tersebut.

“Bapak Rizal Effendi berharap, masalah pembiayaan pembangunan jembatan jangan sampai membebani APBD daerah, khususnya Kota Balikpapan,” katanya.

Sementara pihak PT Waskita Karya tambah Yusran Aspar, mengatakan pembangunan jembatan Penajam-Balikpapan harus segera dilaksanakan, dengan menggunakan anggaran yang sekecil-kecilnya dari pemerintah daerah.

Sesuai kesepakatan usulan pembagian pendanaan untuk pembiayaan pembangunan jembatan Penajam-Balikpapan tersebut masing-masing PT Waskita Karya sebesar 60 persen, Penajam Paser Utara 15 persen, Balikpapan 5 persen dan Pemprov Kaltim sebesar 20 persen dari total anggaran pembangunan yang mencapai Rp5,6 triliun.

Dimana Penajam Paser Utara menanggung Rp3 miliar, Balikpapan Rp1 miliar, Pemprov Kaltim Rp4 miliar dan PT Waskita Karya menanggung biaya pembangunan jembatan itu sebesar Rp12 miliar.

Rapat koordinasi koordinasi pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan tersebut langsung dipimpin oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Iskak, dan dihadiri Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Jajaran PT Waskita Karya serta sejumlah undangan yang terlibat dalam mega proyek itu. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.