Makna Substansial Pembangunan Jembatan Penajam-Balikpapan

Opini

Oleh : Subur Priono – Staf Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Gambaran jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan (dok. Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Gambaran jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan (dok. Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Apresiasi terhadap rencana pembangunan rencana pembangunan jembatan penghubung dari Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara ke Melawai, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, terus mengalir.

Belakangan ini diberbagai media massa cetak maupun elektronik banyak pendapat terkait positif dan negatif pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan bagi masyarakat, Penajam Paser Utara, Balikpapan maupun Kalimantan Timur.

Ada yang mempertanyakan siapkah masyarakat menyambut industrialisasi dengan mempertimbangkan dampak, dengan keberadaan jembatan sepanjang 5,7 kilometer yang kabarnya akan segera dibangun dalam waktu dekat itu.

Dinilai Teluk Balikpapan merupakan jalur perminyakan Pertamina bawah laut, selain itu bagaimana para pelaku usaha penyeberangan laut yang digunakan masyarakat sebagai sarana transportasi umum utama selama ini.

Namun, tidak sedikit juga yang memotret prospek atau peluang perekonmian masyarakat Penajam Paser Utara akan laju berkembang, jika jembatan itu sudah benar-benar ada.

Selama ini masyarakat untuk menuju ke Kota Balikpapan, Samarinda dan sebaliknya menuju Penajam Paser Utara, Kabupetan Paser dan ke Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah selalu menggunakan jalur umum laut seperti, “speedboat”, Klotok dan kapal penyeberangan feri.

Namun angkutan penyeberangan feri menyita waktu tempuh hampir mencapai satu sampai 2 jam perjalanan. Apalagi saat libur, dipastikan terlihat antrean kendaraan roda dua maupun roda empat di Pelabuhan Penyeberangan Feri Kabupaten Penajam Paser Utara.

Selain menggunakan jalur laut, masyarakat juga bisa melalui jalur darat yang menghubungkan Silkar, Kelurahan Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Samboja Kilometer 38, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Jarak tempuh jalur darat tersebut mencapai sekitar 100 kilometer, dengan kondisi jalan yang kurang baik membuat jarak tempuh melalui jalur darat tersebut hampir mencapai kurang lebih dua sampai 3 jam perjalanan.

Namun karena tidak ada jalur alternatif lainnya, sehingga selama ini kedua jalur itu tetap ramai digunakan baik masyarakat yang akan menuju ke Penajam Paser Utara, Paser serta Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan sebaliknya ke Balikpapan dan Samarinda.

Selama ini kenyataannya Kabupaten Penajam Paser Utara, merupakan pintu gerbang Kalimantan, khususnya untuk menuju wilayah selatan Kalimantan, seperti ke Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah.
Jembatan Penajam-Balikpapan Sebagai Jawaban

Intensitas pengguna jalan di wilayah Penajam Paser Utara, masuk kategori cukup tinggi, sarana jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan merupakan salah satu jawaban bagi kemudahan transportasi.

Dengan keberadaan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan, di sampan mempermudah transportasi utama antardaerah dan antarprovinsi, juga sebagai salah satu prasarana ekonomi yang sangat penting untuk mobilitas manusia, barang dan investasi masuk ke Penajam Paser Utara.

Artinya, jembatan penghubung dari Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara ke Melawai, Kota Balikpapan itu, akan menjadi penentu masa depan pembangunan masyarakat, khususnya Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur serta Kalimantan.

Karena jika melalui jembatan tersebut, jarak tempuh menyebarang Teluk Balikpapan diperkirakan hanya memerlukan waktu selama lima atau 10 menit, kalau tanpa menggunakan sarana jembatan penyeberangan menghabiskan waktu sampai berjam-jam.

Selain itu perluasan pembangunan Kota Balikpapan yang saat ini telah padat dipastikan akan menuju wilayah Penajam Paser Utara yang merupakan daerah terdekat, dan akan menguntungkan bagi masing-masing daerah.

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar bahkan pernah mewacanakan Penajam Paser Utara akan menjadi Kota Mice atau Kota Pertemuan terbaik di Indonesia yang jauh dari kemacetan, jika jembatan terbangun.

Jarak tempuh Bandara Sepinggan, Balikpapan menuju – Kabupaten Penajam Paser utara hanya akan ditempuh selama lima sampai 10 menit perjalanan jika jembatan terbangun.

Saat ini Kabupaten Penajam Paser utara telah memiliki fasilitas stadion memadai, GOR, Islamic Center, komplek perkantoran yang modern dan sebagainya. Ke depan akan dibangun sarana prasarana lainnya sebagai penunjang, seperti gedung-gedung pertemuan untuk melengkapi sebagai Kota Mice atau Kota Pertemuan.

Fasilitas jalan penghubung merupakan penentu bagi kemajuan suatu daerah, jika mempunyai fasilitas penghubung yang baik, maka dipastkan daerah itu lebih cepat berkembang.

Keberadaan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan sebagai pintu gerbang Kalimantan nantinya, diharapkan menjadi sebuah fasilitas dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah. (adv/bp/*rol)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.