Puluhan Pemuda Sepaku Gelar Unjuk Rasa

AH Ari B

 

Puluhan Pemuda Komunitas di Kecamatan Sepaku, menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, terkait krisis listrik (AH Ari B - Hello Borneo)

Puluhan Pemuda Komunitas di Kecamatan Sepaku, menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, terkait krisis listrik (AH Ari B – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Puluhan Pemuda Komunitas di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD setempat, Kamis.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan pemuda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Komunitas Sepaku tersebut terkait krisis listrik sehingga kerap terjadi pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Sepaku.

Unjuk rasa diwarnai dengan orasi sambil membetangkan spanduk bertuliskan rasa kekecewaan terhadap buruknya pelayanan PLN setempat itu dimulai sekitar pukul 12.00 Wita.

Selain itu para pengunjuk rasa juga memberikan uang koin kepada perwakilan manajemen PLN Area Petung, sebagai tanda sumbangsih atas banyaknya mesin pembangkit listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau PLTD Girimukti yang mengalami kerusakan.

“Pemadaman listrik kerap dilakukan PLN bisa sampai enam kali sehari, bahkan pada, malam ‘byarpet’ juga terjadi,” kata Koordinator unjuk rasa, Rinto.

Rinto mengatakan, unjuk rasa yang dilakukan untuk meminta kepada PLN Unit Petung segera menambah pasokan listrik sehingga tidak terjadi pemadaman listrik bergilir di wilayah Penajam Paser Utara, termasuk di Kecamatan Sepaku.

Kedatangan para pemuda tersebut disambut anggota Komisi III DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan menggelar rapat dadakan, yang dihadiri Manajer PLN Unit Petung Muhammad Usman.

Muhammad Usman mengatakan, daya listrik di wilayah Penajam Paser Utara mengalami kekurangan sekitar 4.000 kilowatt, karena empat mesin pembangkit listrik di PLTD Girimukti mengalami kerusakan dan “overhaul” atau perbaikan secara menyeluruh.

“Kami berharap bantuan mesain pembangkit dari PLN Area Balikpapan, yang ditargetkan tiba pada Maret 2016, untuk mengantisipasi kekurangan daya listrik itu,” jelasnya.

Sementara Kepala Bagian Operasional Polres Penajam Paser Utara, Komisaris Polisi Gede Pasek menyatakan, untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut, Polres Penajam Paser Utara, menurunkan sekitar 60 personel gabungan.

“Kami siagakan satu pleton, di antaranya anggota Sabhara dan Intelkam Polres Penajam Paser Utara, serta Polsek Penajam, Polsek Sepaku dan dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat,” jelasnya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.