Jembatan Penajam-Balikpapan Kunci Percepatan Pembangunan

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

artikel yusran

Penajam, helloborneo.com – Pembangunan infrastruktur di suatu daerah merupakan kunci untuk kemajuan perekonomian dan pariwisata karena akan mempermudah akses masyarakat di daerah itu untuk beraktivitas.

Jembatan penghubung dari Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara ke Melawai, Kota Balikpapan, merupakan salah satu infrastruktur yang akan mempermudah masyarakat untuk memperoleh barang dan jasa, sehingga dapat menunjang pertumbuhan perekonomian daerah.

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (Suherman - Hello Borneo)

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (Suherman – Hello Borneo)

“Alhamdulillah pembangunan jembatan Penajam-Balikpapan sudah dapat persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan,” kata Bupati Yusran Aspar.

Menurut Yusran Aspar, saat ini proses pembangunan jembatan tol Penajam-Balikpapan tersebut, pada tahap penyelesaian administrasi di Badan Pengelolaan Jalan Tol atau BPJT.

“Kami siap tender investasi murni dan swasta yang sangat berminat untuk terealisasinya proyek insfrastruktur itu,” ujarnya.

Jembatan penghubung dari Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara ke Melawai, Kota Balikpapan tersebut, akan dibangun kurang lebih sepanjang 6,3 kilometer dengan lebar alur layar atau bentang jembatan mencapai 415 meter.

Sedangkan ‘clearance’ atau tinggi ruang bebas jembatan penghubung Penajam-Balikpapan tersebut setinggi 50 meter dari permukaan air laut tertinggi. Diperkirakan investasi proyek pembangunan jembatan itu mencapai Rp6 triliun.

Gambar jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan (dok. Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Gambar jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan (dok. Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Nantinya kata Yusran Aspar jembatan tol teluk itu, bukan hanya bermanfaat bagi Penajam Paser Utara dan Balikpapan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat di daerah sekitar. Bahkan bagi seluruh masyarakat di wilayah Kalimantan.

Selama ini transportasi Penajam-Balikpapan sangat mengandalkan kapal feri, kelotok dan ‘speedboat’ dengan waktu tempuh yang cukup lama.

Namun jika jembatan Penajam-Balikpapan terealisasi lanjut Yusran Aspar, perjalanan dari Penajam Paser Utara, menuju bandara di Balikpapan bisa ditempuh hanya dengan waktu 10 menit.

Selain itu banyak potensi di wilayah Penajam Paser Utara yang bisa dikembangkan dengan keberadaan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan tersebut, salah satunya pengembangan destinasi atau tempat tujuan wisata.

Alam Penajam Paser Utara yang masih sangat asri dan memiliki satwa beraneka ragam, tentunya akan menarik minat para wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Akan sangat memudahkan langkah pemerintah daerah memperkenalkan potensi wisata agar lebih dikenal luas dengan terbangunnya jembatan itu,” ucap Yusran Aspar.

Wisata unggulan di Kabupaten Penajam Paser Utara, di antaranya penagkaran rusa di Desa Api-Api, Kecamatan Waru. Lokasi penangkaran itu mudah dijangkau, hanya berjarak sekitar 32 kilometer dari pusat pemerintahan kearah Kabupaten Paser.

Luas penangkaran itu kurang lebih 50 haktare dengan lahan cadangan seluas 1.000 haktare, dan terdapat rusa sambar dan rusa timor.

Pantai Tanjung Jumlai, di Kabupaten Penajam Paser Utara, diprediksi akan dipadati pengunjung pada liburan Tahun Baru 2016 (Suherman - Hello Borneo).

Pantai Tanjung Jumlai, di Kabupaten Penajam Paser Utara (Suherman – Hello Borneo).

Pantai Tanjung Jumlai merupakan destinasi wisata lainnya di wilayah Penajam Paser Utara, yang eksotis dan sangat teduh dengan kerimbunan pohon kelapa di sepanjang pantai yang didukung hamparan pasir karsa.

Pantai yang membentang dari membentang dari Kelurahan Saloloang, Kampung Baru hingga Kelurahan Pejala tersebut, mempunyai lebar bibir pantai mencapai lebih dari 15 kilometer.

“Saat ini Pantai Tanjung Jumlai, dimanfaatkan masyarakat sebagai areal perkemahan, arena ‘family day’ hari keluarga yang diadakan organisasi atau perusahaan, pementasan seni dan sebagainya,” kata Yusran Aspar.

Di kawasan Pantai Tanjung Jumlai tambah Bupati Yusran Aspar, juga tersedia berbagai arena permainan, seperti ‘banana boat’, ‘flying fox’, wisata kuliner dan sebagainya, serta fasilitas umum lainnya. (adv/bp/*esa)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.