Disdikpora Penajam: Cukup Sulit Batasi Game Kekerasan

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Kadisdikpora Kabupaten PPU, Marjani (AH Ari B - Hello Borneo)

Kadisdikpora Kabupaten PPU, Marjani (AH Ari B – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Marjani mengatakan, cukup sulit bagi pemerintah membatasi peredaran game atau permainan anak yang mengandung kekerasan.

“Peran kedua orang tua sangatlah lebih efektif untuk membatasi dampak buruk game kepada anak-anaknya, selain pihak sekolah,” kata Marjani di Penajam, Senin.

Menurutnya, orang tua harus lebih membuka komunikasi kepada anak-anaknya untuk memberikan informasi mana game atau permainan yang boleh dimainkan dan tidak boleh dimainkan.

“Jika perlu orang tua di rumah bisa ikut terlibat langsung saat anak bermain game. Dengan terlibat langsung, orang tua bisa memberi beberapa arahan tentang sisi negatif yang harus dihindari juga pembatasan waktu bermain game,” jelas Marjani.

“Sepertinya hal ini  sangat sulit sekali dibatasi kepada anak-anak, karena pada dasarnya anak-anak sangat menyukai yang namanya game apapun jenisnya,” ujarnya.

Marjani berharap, peran aktif orang tua dalam membatasi dampak buruk game atau permainan kepada anak-anak dengan ikut memantau saat anak-anak sedang bermain game.

“Orang tua harus memantau, bahkan kalau bisa ikut terlibat langsung dalam kegiatan anak-anak saat bermain game, sehingga bisa membatasi dampak buruk dari permainan itu,” ucapnya.

Dampak yang perlu diwaspadai akibat game atau permainan berkonten kekerasan, pertama lanjut Marjani, kekerasan yang mengaburkan sisi kemanuasian. Kedua konten pornografi dalam game tersebut.

“Kami akan layang surat ke seluruh sekolah untuk mengundang para orang tua dan memberikan pengarahan terkait permainan atau game berkonten kekerasan itu,” tambah Marjani.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merilis 15 game atau permainan berisi kekerasan dan sangat berbahaya untuk anak-anak remaja dan orang dewasa, di antaranya World of Warcrfat, Call of Duty, dan Mortal Combat. (adv/bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.