Harga Kebutuhan Pokok di Penajam Naik Jelang Puasa

Bagus Purwa

 

Harga beras di Kabupaten Paser meroket naik. (Rapal JKN - Hello Borneo)

Harga beras di Kabupaten PPU meroket naik. (Dok – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok pasar tradisional di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mulai mengalami kenaikan menjelang bulan puasa.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Penajam Paser Utara, Rusli, saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Senin, mengatakan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional naik dipengaruhi peningkatan permintaan masyarakat.

Harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan adalah harga bawang merah yang biasanya dijual Rp40 ribu perkilogram, naik menjadi Rp44 ribu perkilogram, dan bawang putih dijual dengan harga Rp40 ribu perkilogaramnya.

Harga daging ayam juga mengalami kenaikan menjadi Rp29 ribu perkilogram, dari harga semula yang Rp25 ribu perkilogram, sedangkan daging sapi naik menjadi Rp130.000 perkilogram yang sebelumnya Rp120.000 perkilogram.

Sementara harga cabai besar, keriting dan cabai biasa lanjut Rusli, masih stabil, yakni dikisaran Rp40 ribu perkilogram.

Selain itu, harga komoditi lainnya yang mengalami kenaikan menurut ia, terjadi pada komoditi gula pasir yang semula dijual Rp14.000 perkilogram menjadi Rp17.000 perkilogram.

“Gula dalam kemasan juga mengalami keniakan, seperti Gulaku yang biasa dijual dengan harga Rp15.000 menjadi Rp18.500 perkilogram,” ujar Rusli.

Ia memprediksi, saat puasa hingga menjelang lebaran harga kebutuhan pokok dan komoditi lainnya masih akan mengalami kenaikan sekitar dua persen.

“Selama puasa biasanya kembali terjadi kenaikan harga sekitar dua persen, dan jelang lebaran harga bisa naik sekitar 10 persen,” kata Rusli.

Disperindagkop UKM Kabupaten Penajam Paser Utara, menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dan komoditas lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadahan dan Hari Raya Idul Fitri 2016 cukup aman.

“Stok kebutuhan pokok dan komoditas lainnya masih mencukupi hingga tiga bulan ke depan, meksipun sebagian besar itu masih dipasok dari luar daerah, terutama Jawa Timur dan Sulawesi Selatan,” tambahnya. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.