Persediaan Hewan Ternak Penajam Mencukupi Selama Ramadhan

Bagus Purwa

 

Penjual Daging di Pasar Petung Kecamatan Penajam (Elim Sahara - Hello Borneo)

Penjual Daging di Pasar Petung Kecamatan Penajam (Elim Sahara – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Persediaan hewan ternak sapi, kambing serta ayam potong di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mencukupi kebutuhan daging di daerah itu selama Ramadhan hingga setelah hari raya Idul Fitri 2016.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, Joko Dwi Fetrianto, saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Rabu, mengatakan persediaan hewan ternak sapi, kambing serta ayam potong tercatat lebih kurang 1.000.700 ekor.

“Hewan ternak sebanyak itu tersedia di peternak, dengan rincian sapi sebanyak 400 ekor, kambing 300 ekor dan ayam potong 1 juta ekor. Biasanya saat Ramadhan hingga menjelang lebaran, para pedagang juga mendatangkan stok daging dari luar daerah,” jelasnya.

Menurut ia, selama Ramadhan hingga Idul Fitri, kebutuhan untuk komoditas sapi sebanyak 150 ekor, kambing 90 ekor dan ayam potong sekitaar 60.000 ekor.

“Selama puasa, kebutuhan masyarakat terhadap konsumsi daging dapat meningkat tiga kali lipat dibanding hari biasa. Namun, stok hewan ternak yang ada saat ini mampu mencukupi kebutuhan,” kata Joko Dwi Fetrianto.

“Kami tetap memantau persediaan hewan ternak dari peternak dan mempertahankan populasi agar tidak ada pengurasan secara habis-habisan. Kami juga minta peternak mempertahankan sebagian ternaknya,” ujarnya.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara melalui tim Pengawas Kesehatan Masyarakat Feteriner (Kesmafet) juga melakukan pengawasan terhadap peredaran hewan ternak maupun komoditas produk asal hewan.

Selain melakukan pengawasan di rumah potong hewan (RPH) sapi dan kambing di Girimukti serta RPH ayam di Petung, petugas Kesmafet juga melakukan pemeriksaan ternak sebelum dan sesudah pemotongan untuk menjamin kesehatan hewan tersebut.

“Pengawasan terhadap kesehatan hewan ternak maupun komoditas produk asal hewan dilakukan di RPH, serta langsung turun ke pasar tradisional khusus mengawasi kesehatan daging dan telur,” tambah Joko Dwi Fetrianto. (bp/*esa)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.