Kasus Demam Berdarah di Penajam Turun

AH Ari B

 

Seorang anak dirawat di rumah sakit karena terserang DBD (Rapal JKN - Hello Borneo)

Seorang anak dirawat di rumah sakit karena terserang DBD (Dok – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mencatat selama Mei 2016 terjadi 71 kasus demam berdarah dengue (DBD) atau turun dibanding April 2016 yang mencapai 91 kasus.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Ammas Alie, saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat mengatakan penyebaran DBD pada Mei 2016 mengalami penurunan sebanyak 30  kasus karena pergantian musim.

“Pada April 2016 tercatat 91 kasus DBD yang ditangani puskesmas di empat kecamatan dan menurun menjadi 71 kasus pada Mei, jadi ada penurunan 30 kasus,” jelasnya.

Demam Berdarah Dengue menurut dia, merupakan salah satu penyakit yang sering muncul pada saat musim kemarau serta peralihan musim atau pancaroba, dan ketika hujan sering turun kasus DBD mulai menurun.

“Faktor terbesar penyebab merebaknya kasus DBD karena pada saat musim kemarau tidak sedikit warga yang menampung air,” kata Ammas Alie.

Tempat penampungan air tersebut lanjutnya, jarang diperhatikan sehingga menjadi sarang nyamuk “aedes aegypti” pembawa penyakit tersebut.

Ammas Alie mengimbau masyarakat rutin membersihkan dan memberi obat ke tempat penampungan air. Obat itu bisa didapatkan di puskesmas di wilayah masing-masing.

Penyebaran kasus DBD di Kabupaten Penajam Paser Utara, selama lima bulan terakhir cukup mengkhawatirkan, dimana sebanyak 298 kasus DBD ditemukan selama Januari hingga Mei 2016, dengan empat orang di antaranya meninggal dunia.

Keempat pasien DBD yang masih berusia anak-anak itu meninggal karena terlambat mendapatkan penanganan medis. Kondisinya sudah memburuk saat dirujuk ke rumah sakit.

Jumlah kasus DBD yang ditemukan selama periode Januari-Mei 2016 tersebut melonjak dua kali lipat lebih dibanding periode sama 2015 yang hanya 132 kasus. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.