Distanak Penajam Jamin Stok Daging Sapi Mencukupi

AH Ari B

 

Penjual Daging di Pasar Petung Kecamatan Penajam (Elim Sahara - Hello Borneo)

Penjual Daging di Pasar Petung Kecamatan Penajam (Elim Sahara – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menjamin ketersediaan stok daging sapi mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

“Sapi lokal yang siap dipotong sudah disiapkan sebelum memasuki bulan Ramadhan, persediaan itu mencukupi kebutuha daging selama puasa,” kata Kasi Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca Panen Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, Gajali, saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Sabtu.

Selain memanfaatkan sapi lokal lanjutnya, para pedagang juga mendatangkan sapi dari luar daerah yakni, dari pulau Sulewesi Selatan.

Ketersediaan stok daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga lebaran itu, sempat menjadi kekhawatiran karena jalur distribusi sapi dari Sulawesi Selatan sempat ditutup .

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sempat menutup jalur distribusi sapi dari Sulawesi Selatan, akibat meningkatnya serangan penyakit anthrax,” jelas Gajali.

Namun, larangan tersebut dicabut kembali karena pasokan sapi daerah-daerah di Kalimantan Timur masih bergantung dari luar daerah, termasuk Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pembukaan jalur distribusi sapi impor dari Sulawesi Selatan tersebut menurut Gajali, dilakukan dengan persyaratan lolos dari pengecekan tim dokter hewan setempat.

Sedangkan sejak memasuki Ramadhan, kebutuhan daging sapi di Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami peningkatan dua kali lipat dibanding hari biasa.

“Di luar Ramadhan, biasanya di RPH (rumah pemotongan hewan) Girimukti menyembelih satu sampai dua ekor sapi, tapi saat puasa RPH menyembelih tiga sampai empat ekor sapi dalam sehari,” ucap Gajali.

Kebutuhan daging sapi dari masyarakat tambahnya, akan semakin meningkat saat mendekati lebaran mencapai sekitar 10 ekor per hari.

Kendati terjadi peningkatan kebutuhan daging sapi, Gajali optimistis, dengan persediaan sapi lokal yang ada saat ini, ditambah pasokan sapi dari Sulawesi Selatan, akan mencukupi hingga lebaran nanti. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.