Masyarakat Penajam Harus Perhatikan Pola Makan

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Dokter RSUD Kabupaten Penajam Paser Utara, Lukasiwan (Subur Priono - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Dokter RSUD Kabupaten Penajam Paser Utara, Lukasiwan (Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, harus memperhatikan pola makan selama Ramadhan, kata Dokter Lukasiwan.

“Sejumlah penyakit kerap muncul saat Ramadhan, sebagian besar terjadu disebabkan masyarakat tidak memperhatikan pola makan,” ujar Lukasiwan, di Penajam, Selasa.

Sejumlah penyakit yang sering muncul karena pola makan berubah tersebut di antaranya diare, asam lambung, gangguan saluran pernafasan serta sejumlah penyakit lainnya.

“Penyakit itu biasanya terjadi diawal-awal bulan puasa, salah satunya disebabkan karena pola makan yang berubah tidak seperti pada hari biasa ketika tidak berpuasa,” kata Lukasiwan.

Ketika berbuka puasa, berbagai menu dikonsumsi dalam waktu bersamaan, biasanya cenderung berlebihan dan tidak terkontrol, sehingga tubuh mengalami perubahan.

Namun, gangguan kesehatan tersebut lanjut Lukasiwan, tidak terlalu berbahaya bagi manusia karena terjadi penyesuaian tubuh manusia terhadap kondisi yang ada.

“Pola makan saat berpuasa tetap harus benar-benar diperhatikan dan dijaga, sehingga tubuh selalu sehat dan ibadah puasa lancar,” ucapnya.

Pada saat berpuasa hendaknya perbanyak mengkonsumsi air putih ketika berbuka puasa dan saat sahur, terutama saat berbuka dianjurkan mengkonsumsi makanan maupun minuman yang manis.

Lukasiwan juga mengimbau masyarakat agar menghindari mengkonsumsi minuman yang bisa membuat dehidrasi, seperti kopi dan soda serta makanan makanan yang digoreng dan terlalu pedas karena dapat berdampak pada kesehatan tubuh.

“Makanlah makanan yang diolah yang direbus atau dipanggang, perbanyak makanan berprotein dan kurangi porsi karbohidrat selama puasa,” ungkapnya.

“Kurang tidur dan musim yang menentu seperti saat ini juga menyebabkan daya tahan tubuh menjadi berkurang, sehingga berbagai penyakit mudah masuk ke dalam tubuh manusia,” tambah Lukasiwan yang jiga sebagai dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut. (adv/bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.