Puncak Mudik Angkutan Laut Penajam Diprediksi H-3

Bagus Purwa

Kendaraan roda empat sedang mengantre untuk masuk ke kapal feri (Suherman - Hello Borneo)

Kendaraan roda empat sedang mengantre untuk masuk ke kapal feri (Dok – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Lonjakan penumpang arus mudik menggunakan angkutan laut di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, diprediksi akan berlangsung pada dua hari dan tiga hari sebelum Idul Fitri 2016.

“Pantuan kami belum terjadi lonjakan penumpang menggunakan ‘speedboat’ dan klotok, kepadatan penumpang terjadi karena warga Penajam Paser Utara berbelanja berbagai kebutuhan lebaran di Balikpapan,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata dan Komunikasi Informatika Kabupaten Penajam Paser Utara, Ady Irawan saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Kamis.

Ia memprediksi lonjakan penumpang baru akan terjadi pada H-2 dan H-3 Idul Fitri karena para pegawai negeri sipil (PNS) maupun karyawan perusahaan sudah mulai libur.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Dishubbudpar Kominfo Kabupaten Penajam Paser Utara telah menyiapkan 51 unit “speedboat” dan 44 kapal kayu atau klotok dengan kondisi layak beroperasi.

Selain itu, Dishubbudpar Kominfo Kabupaten Paser Utara juga meningkatkan pengawasan serta pelayanan untuk kenyamanan dan keamanan para pengguna “speedboat”, klotok serta kapal feri.

“Kami juga melakukan pengawasan keberadaan motoris di bawah umur, dengan melakukan pendekatan dengan penyedia jasa ‘speedboat’ dan klotok dalam upaya memberikan keamanan dan kenyamanan pengguna transportasi laut,” jelas Ady Irawan.

Sementara Kepala PT Angkutan Sungai Danau Kabupaten Penajam Paser Utara Rahmat mengatakan, angkutan penyeberangan arah Pelabuhan Penajam Paser Utara ke Pelabuhan Kariangau Balikpapan masih lengang dan tidak ada lonjakan penumpang.

“Sampai saat ini penumpang masih sepi, karena kapal feri yang kami berangkatkan tidak pernah penuh penumpang,” ucapnya.

Rahmat juga memperkirakan lonjakan penumpang arus mudik menggunakan kapal feri penyeberangan akan terjadi pada dua hari dan tiga hari sebelum lebaran, baik itu pengguna kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Namun dengan dua dermaga yang ada ditambah 16 kapal feri yang dioperasikan, lonjakan penumpang tersebut menurut dia, akan mampu diatasi.

“Lonjakan arus mudik lebaran tahun ini (2016) mampu kami atasi dengan mengoperasikan 16 kapal feri selama 24 jam dengan 50 trip dan ditunjang dua dermaga,” tambah Rahmat. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.