Wabup Penajam: Pemudik Titipkan Rumah pada Tetangga

AH Ari B

 

Wakil Bupati  Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ bersama Kapolres AKBP Raden Djarot Agung Riadi  melakukan pengecekanpersiapan sarana prasarana Operasi Ramadhania 2016 (AH Ari B - Hello Borneo)

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ bersama Kapolres AKBP Raden Djarot Agung Riadi melakukan pengecekanpersiapan sarana prasarana Operasi Ramadhania 2016 (AH Ari B – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Mustaqim MZ mengimbau para pemudik menitipkan rumah kepada tetangga.

“Salah satu yang harus diantisipasi adalah gangguan kamtibmas, yang harus diwaspadai adalah rumah-rumah kosong yang ditinggal mudik,” kata Mustaqim saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Kamis.

Menurut dia, menjelang dan saat lebaran risiko tindak kriminal pembobolan rumah kosong dan penjambretan biasanya meningkat.

Masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri agar mewaspadai maraknya aksi kriminal yang biasa terjadi menjelang lebaran tersebut.

Mustaqim meminta warga yang mudik atau pulang kampung saat lebaran untuk menitipkan pengawasan rumah kepada tetangga yang tidak mudik.

Ia juga mengimbau, sebelum meninggalkan rumah seluruh peralatan listrik dan aliran listrik harus dipastikan dalam keadaan mati, karena biasanya menjelang dan saat lebaran risiko kebakaran meningkat.

“Cabut semua kabel peralatan elektronik untuk menghindari terjadinya arus pendek yang dapat mengakibatkan kebakaran,” ujar Mustaqim.

“Kalau mau meninggalkan rumah, harus cek listriknya, pastikan semua sudah mati. Cek juga pintu dan jendela, lalu titipkan pada tetanga yang tidak mudik,” ucapnya.

Selain itu, bagi para pemudik yang pulang ke kampung halamannya dengan menggunakan kendaraan pribadi diimbau untuk memperhatikan rambu-rambu dan tata tertib lalu lintas.

Tradisi masyarakat muslim untuk bepergian ke kampung halaman atau biasa dikenal dengan istilah mudik pada saat Idul Fitri sudah menjadi agenda tahunan.

Potret masyarakat muslim yang sudah berkangsung berabad-abad itu tambah Mustaqim, merupakan pemanis setelah berpuasa satu bulan penuh. (adv/bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.