Penajam Mulai Fungsikan Pelabuhan Benuo Taka

AH Ari B

 

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar saat meninjau pengapalan CPO milik PT Mega Hijau Lestari di Pelabuhan Benuo Taka (AH Ari B - Hello Borneo)

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar saat meninjau pengapalan CPO milik PT Mega Hijau Lestari di Pelabuhan Benuo Taka (AH Ari B – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mulai memfungsikan Pelabuhan Benuo Taka untuk bongkar muat, ditandai pengapalan minyak sawit mentah.

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Selasa mengatakan, difungsikannya Pelabuhan Benuo Taka yang berada di Kawasan Industri Buluminung, dilakukan dengan pengapalan perdana 2.500 ton CPO (crude palm oil) PT Mega Hijau Lestari.

“PT Mega Hijau Lestari yang beroperasi di Penajam Paser Utara  mengangkut minyak kelapa sawit di Pelabuhan Benuo Taka,” katanya.

Kegiatan pengapalan CPO milik PT Mega Hijau Lestari di Pelabuhan Benuo Taka tersebut sekaligus sebagai tanda bahwa pelabuhan milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara itu mulai beroperasi secara resmi.

Yusran Aspar menyatakan, izin pengoperasian Pelabuhan Benuo Taka sebagai pelabuhan bongkar muat dan pengapalan dari Kementerian Perhubungan telah diterima.

Ia optimistis dengan dioperasikannya Pelabuhan Benuo Taka, PAD (pendapatan asli daerah) akan meningkat melalui penarikan retribusi pelabuhan sehingga tidak lagi mengandalkan pendapatan dari bagi hasil mimyak dan gas bumi dari pemerintah pusat.

“Untuk tarif retribusi satu kali bongkar muat, pemerintah daerah menetapkan Rp12.500 per ton baik untuk CPO maupun batu bara,” jelas Yusran Aspar.

“Kami optimistis, Pelabuhan Benuo Taka dapat digunakan sebagai pelabuhan batu bara, CPO, kontainer dan sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, dengan beroperasinya Pelabuhan Benuo Taka tersebut lanjut dia, pemerintah daerah akan menutup pelabuhan tikus atau pelabuhan kecil, diduga tidak memiliki izin digunakan untuk bongkar muat sejumlah perusahaan yang ada di daerah itu.

“Pelabuhan tikus yang masih dioperasikan akan ditertibkan dan ditindak tegas, karena sesuai surat edaran  Dirjen Perhubungan Laut Kemeterian Perhubungan setiap pelabuhan tanpa izin harus ditutup,” tambah Yusran Aspar. (adv/bp/*esa)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.