Penajam Kembangkan Waduk Waru Serupa Kampung Sampireun

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

Waduk di Gunung Batu, Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (Subur Priono - Humas Setkab Penajam Paser Utara).

Waduk di Gunung Batu, Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara).

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara di Provinsi Kalimantan Timur berencana mengembangkan Waduk di Gunung Batu, Desa Sesulu, Kecamatan Waru serupa dengan wisata Kampung Sampireun di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Waduk yang luasnya ratusan hektare dan memiliki daya tarik tersendiri itu, bisa dikembangkan mirip dengan Kampung Sampireun,” kata Kepala Bidang Budaya dan Pariwisata Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata dan Komunikasi Informatika Kabupaten Penajam Paser Utara Darmawan, di Penajam, Selasa.

Dishubbudpar Kominfo Kabupaten Penajam Paser Utara berencana mengembangkan Waduk Waru itu menyerupai Kampung Sampireun Resort dan Spa yang berlokasi di Desa Ciparay, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kampung Sampireun Resort dan Spa tersebut, menurut Darmawan, sekaligus tempat wisata bernuansa perkampungan Sunda yang berada di ketinggian lebih kurang 1.000 meter di atas permukaan laut.

Kampung Sampireun Resort dan Spa yang luasnya sekitar 3,6 hektare termasuk Situ atau Danau Sampireun seluas satu hektare, dilengkapi bungalo serta fasiltas lainnya mampu memberi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Pada setiap bungalo, lanjut Darmawan, juga dilengkapi perahu dayung kayu dan ribuan ikan mas di Situ Sampireun, sehingga menambah nuansa alam di Kampung Sampireun tersebut.

Ia menjelaskan, jika Waduk Waru dikembangkan dengan konsep Kampung Sampireun, maka akan memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

“Secara bertahap konsep pengembangan itu akan berdampak bagi kemajuan daerah dan menjadi sumber pendapatan asli daerah,” ujar Darmawan.

Dia berharap melalui pengembangan Waduk Waru tersebut, akan memberikan dampak positif bagi kemajuan wisata lainnya di wilayah Penajam Paser Utara.

Namun Darmawan menyatakan pengembangan Waduk Waru itu akan dilakukan setelah pengembangan ekowisata hutan bakau di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, dan Goa Kembar di Kecamatan Waru telah rampung.

“Kami optimistis pengembangan ekowisata hutan bakau dan Goa Kembar itu akan menjadi pemicu bagi pengembangan sektor wisata lainnya, termasuk pengembangan Waduk Waru,” tambahnya. (adv/bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.