Kodim 1420/Sidrap Peduli Gerakan Literasi

Gusti

 

Babinsa Kodim 1420/Sidrap peduli Gerakan Literasi Indonesia. (Ist)

Babinsa Kodim 1420/Sidrap peduli Gerakan Literasi Indonesia. (Ist)

Sidrap, helloborneo.com – Masih rendahnya literasi di Indonesia, sangat berpengaruh terhadap masa depan Indonesia, terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia. Seluruh pihak dibutuhkan untuk terlibat dalam gerakan literasi ini.  Salah satu pihak yang sangat strategis  mendukung gerakan literasi di Indonesia adalah tentara.

“Tentara di daerah memiliki  peran dan posisi strategis dalam gerakan literasi, karena tugas utama dari Babinsa (Bintara Pembina Desa) sangat selaras dengan gerakan literasi yaitu membina desa. Dengan ikut gerakan literasi, Babinsa bisa turut serta dalam membina pembentukan karakter, mengembangkan ketrampilan dan menambah wawasan masyarakat desa,” ujar  Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Hendi Ahmad Pribadi.

Selama ini Kodim 1420 Sidrap, Sulawesi Selatan, mensukseskan gerakan budaya baca dengan menjalankan 7 motor gerobak perpustakaan keliling. Masing-masing motor berisi 80 buku dan dibawa dua kali seminggu oleh Babinsa ke desa-desa terpencil di Sidrap Sulawesi Selatan.

Setiap berkunjung ke satu desa, motor tersebut berhenti sekitar dua jam untuk melayani anak-anak dan  warga desa yang lainnya yang ingin membaca. Kodim juga berencana mendirikan dua taman baca masyarakat di Sidrap.

“Dalam program pemberdayaan desa, program budaya baca ini sangat efektif menjembatani dan semakin mendekatkan kami dengan masyarakat,” ujarnya.

Program budaya baca, menurutnya, juga sangat penting sebagai salah satu strategi pertahanan masyarakat dalam skala desa. “Bahaya yang tak disadari sekarang itu datang dari gadget dan narkoba. Gagdet membuat anak-anak terlena, sibuk dengan game dan membuat potensinya tak berkembang.

Narkoba membuat orang-orang yang sudah kayapun bisa jatuh miskin. Hal ini membuat suatu daerah yang awalnya berpotensi maju, bisa jatuh kembali karena ketidaksiapan sumber daya manusianya.

Program budaya baca, menurutnya, secara tidak langsung mengantisipasi hal tersebut. Anak-anak bisa memanfaatkan waktu lebih positif, bertambah ketrampilan dan keilmuan dan sehingga bisa lebih bertahan dari serangan neo kolonialisme saat ini. Masyarakat juga bisa memajukan diri sesuai dengan bacaan yang sesuai kebutuhannya. “Ibu-ibu biasa meminjam buku menjahit, masak, dan buku ketrampilan lainnya,” ujarnya.

Menurut Asmawati, Koordinator USAID PRIORITAS di Sidrap yang telah banyak mengasistensi gerakan budaya baca Sidrap, gerakan budaya baca di Sidrap sangat terbantu dengan terjunnya Kodim Sidrap.

“Selama ini gerakan budaya baca lebih banyak terkonsentrasi di sekolah. Kodim telah mengisi kekosongan gerakan di luar sekolah,” ujarnya. Dia berharap bahwa gerakan Kodim di Sidrap ini bisa menginspirasi semua Kodim daerah lain. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.