Bosan Jadi Anak Tiri, Warga Dukung Sepaku Jadi Kabupaten

MR Saputra

Kondisi jalan sekian tahun tak kunjung baik membuat warga Kecamatan Sepaku merasa dianaktirikan. (MR Saputra - Hello Borneo)

Kondisi jalan sekian tahun tak kunjung baik membuat warga Kecamatan Sepaku merasa dianaktirikan. (MR Saputra – Hello Borneo)

Sepaku, helloborneo.com – Rencana pemekaran yang dilakukan sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Sepaku, yang ingin memisahkan diri dari Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memperoleh dukungan penuh dari masyarakat. Yang selama ini merasakan ketimpangan pembangunan di kecamatannya.

Minimnya pembangunan infrastruktur, dan sulitnya akses pelayanan yang dirasakan warga Sepaku. Membuat adanya upaya pemekaran dianggap pilihan yang lebih baik oleh masyarakat.

Seperti salah satu warga Desa Sukomulyo, Ela (22) yang dijumpai mengatakan, ia mendukung bila memang tokoh masyarakat Sepaku berencana untuk memisahkan diri dari Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Memisahkan diri, itu langkah yang bagus. Pasalnya selama ini untuk memperoleh pelayanan itu sangatlah sulit, karena dari Sepaku ke Penajam itu berjarak kurang lebih 130 kilometer, belum kondisi jalannya rusak parah,” terang Ela saat dijumpai helloborneo.com.

Selain itu dikatakan Ela, bila memang ingin bergabung dengan Samboja, tentunya akses pelayanan akan jauh lebih dekat.

“Untuk ke Penajam, hanya untuk sekedar transport itu saya biasanya bisa menghabiskan uang hingga Rp300 ribu dan itu nggak cukup hanya untuk sekali jalan,” terang Ela.

“Bahkan meski kondisi kami jauh, terkadang tidak ada toleransi. Oleh sebab itu kami sangat mendukung bila memang dilakukan pemekaran,” ucapnya.

Tak hanya Ela, Rudiana warga asal Desa Tengin Baru, juga mengatakan hal senada. Dimana pihaknya selama ini kerap merasa kecewa dengan pelayanan dan infrastruktur yang diberikan oleh pemerintah.

“Kalau saya yang mana baiknya saja, kalau memang dengan pemekaran dapat membantu pelayanan dan mempercepat pembangunan di Sepaku saya mendukung,” ujarnya.

“karena kalau kaya kami masyarakat kecil, buth diperhatikan pemerintah,” tutupnya. (mrs/rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.