Disdikpora Penajam: 40 Persen Sekolah Terancam Lumpuh

AH Ari B

 

Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, Marjani (Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Marjani menyatakan sekitar 40 persen sekolah menengah atas atau sederajat di daerah setempat terancam lumpuh, dampak dari pengalihan kewenangan pengelolaan pendidikan menengah atas ke pemerintah provinsi.

“Pembiayaan tenaga honorer sekolah menengah atas sederajat, dikembalikan pemerintah provinsi kepada kebijakan masing-masing pemerintah kabupaten/kota,” jelas Marjani ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur batal mengambil alih pembiyaan untuk tenaga honorer dengan alasan kekurangan anggaran tersebut dapat melumpuhkan kegiatan sekolah menengah atas atau sederajat di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Dikembalikannya kebijakan pembiyaan tenaga honorer sekolah menengah atas kepada kabupaten/kota itu, menjadi persoalan bagi pemerintah kabupaten,” kata Marjani.

Menurut dia, untuk memasukkan anggaran gaji guru dan tenaga tata usaha non-pegawai negeri sipil sekolah menengah atas atau sederajat pad APBD 2017 sudah terlambat.

Dana yang dibutuhkan untuk membayar gaji 435 orang THL (tenaga harian lepas) atau honorer sekolah menengah atas sederajat tersebut lanjut Marjani, mencapai Rp7,6 miliar.

Disdikpora Kebupaten Penajam Paser Utara berupaya mengajukan dana hibah melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Dearah atau BPKAD setempat sekitar Rp9 miliar.

“Anggaran Rp9 miliar itu untuk membayar gaji guru dan tenaga tata usaha non-PNS sekolah menegah atas sederajat,” ujar Marjani.

Ia menegaskan tanpa guru dan tenaga tata usaha non-PNS, sekitar 40 persen sekolah menengah atas atau sederajat di wilayah Penajam Paser Utara terancam lumpuh.

“Mayoritas guru dan tenaga tata usaha di sekolah menengah atas merupakan THl atau non-PNS, jika mereka tidak bekerja akan melumpuhkan kegiatan di sekolah menengah atas itu,” tambah Marjani.

Kepastian pengembalian tenaga honorer sekolah menengah atas sederajat itu, sesuai surat instruksi Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, yang diterima Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara sepekan lalu. (bp/*esa)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *