Dua ODHA di Penajam Meninggal Dunia

MR Saputra

Penajam, helloborneo.com – Dua orang dengan HIV/AIDS atau ODHA di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah setempat.

“Kedua ODHA itu meninggal pada awal Januari 2017,” ungkap Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Mandayansyah, ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam, Sabtu.
Ia menjelaskan kedua orang tersebut meninggal dunia bukan karena terlambat mendapatkan penanganan medis, tetapi karena penyakit yang diidapnha sudah sangat parah.

Dengan meninggalnya dua penderita itu, maka jumlah ODHA di Kabupaten Penajam Paser Utara kini menjadi 45 orang dari sebelumnya 47 orang.

Namun, menurut Mandayansyah, diprediksi terdeteksinya kasus HIV/AIDS di wilayah Penajam Paser Utara saat ini hanya sebagian kecil, karena kasus itu seperti fenomena gunung es.

“Penanggulangan HIV/AIDS menjadi pekerjaan rumah , apalagi minimnya layanan konseling dan test HIV,” katanya.
Layanan konseling dan test HIV atau VCT (voluntary conseling and test) tersebut sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara tengah berupaya membangun klinik VCT di setiap kecamatan, yang nantinya menjadi layanan kesehatan berkelanjutan dan membantu menanggulangi HIV/AIDS di daerah itu.

“Klinik itu semacam konsultasi antara pasien dengan tim VCT dan juga sebagai upaya mencegah atau mengurangi penyebaran HIV di masyarakat,” ujar Mandayansyah.

“Keberadaan klinik VCT itu diharapkan memudahkan penanganan dan pengobatan terhadap warga yang terinfeksi HIV, serta dapat membantu mengurangi penyebaran HIV,” ucapnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara berharap klinik VCT dapat berkembang sebagai pusat konsultasi pencegahan atau penanggulangan HIV/AIDS, terutama kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan.

Klinik VCT tersebut tambah Mandayansyah, mampu memberikan layanan penanggulangan HIV/AIDS, bukan saja melayani konseling dan test HIV, namun juga memberikan pengobatan dan perlindungan bagi ODHA. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.