Produksi Kelapa Penajam Capai 10,8 Juta Butir/tahun

Bagus Purwa

 

int

Penajam, helloborneo.com Produksi buah kelapa tua di Kabupaten Penajam Paser Utara, mencapai 10,8 juta butir per tahun dan mampu menjadi pemasok kelapa terbesar di Kalimantan Timur.

Informasi yang diperoleh menyebutkan populasi pohon kelapa di wilayah Penajam Paser Utara mencapai 1,8 juta pohon, dalam sekali panen produksi mencapai 5,4 juta butir buah kelapa tua.

Dalam setahun dua kali panen, maka total produksi bisa mencapai 10,8 juta butir buah kelapa tua.

Buah kelapa tua tersebut dikirim ke Kota Samarinda dan Balikpapan, serta Batu Kajang dan Tanah Grogot Kabupaten Paser dan dearah lainnya di Kalimantan Timur, bahkan dikirim sampai Kalimantan Selatan.

Penduduk di daerah pesisir di Kabupaten Penajam Paser Utara menanam pohon kelapa sebagai investasi jangka panjang selain profesi utama mereka sebagai nelayan.

“Harga beli kelapa yang masih berserabut Rp3.300, kemudian dikupas dengan upah R125 sampai Rp150 per butir. Buah kelapa tua yang sudah bersih ukuran sedang dijual Rp3.500 dan ukuran besar dijual Rp4.500, per butir,” jelas Abdul Hafid, pelaku usaha buah kelapa tua di Kelurahan Tanjung Jumlai, Kecamatan Penajam ketia ditemu helloborneo.com, Senin.

Dalam sehari lanjut ia, pekerja mampu mengupas 500 sampai 1.000 butir buah kepala tua, namun biasanya para pekerja pengupas sabut kelapa itu bekerja jika ada pesanan.

“Para pekerja pengupas kelapa itu dapat berpindah-pindah tempat kerja dan berbeda majikan, karena mereka bekerja sesuai pesanan,” ungkap Abdul Hafid.

Sedangkan untuk kelapa yang pecah, busuk dan berlubang karena hewan pengerat menurut dia, dibelah lalu dikeringkan untuk dijadikan kopra.

“Harga kopra sangat murah, hanya Rp3.000 per kilogram karena sudah kalah saing dengan minyak kelapa sawit, tetapi masih ada pedagang yang membeli kopra,” kata Abdul Hafid.

Ia menambahkan kendati saat ini dipasaran banyak santan kemasan instan, namun masyarakat mencari santan segar hasil parutan dari buah kelapa tua.

“Pedagang di pasar tradisional saat ini juga sudah mampu mengolah kelapa langsung menjadi santan, sehingga pembeli tidak perlu repot memeras parutan buah kelapa tua yang mereke beli,” ujar Abdul Hafid. (bp/*mrs)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.