Sejumlah Gedung SKPD Penajam Belum Miliki “APAR”

MR Saputra

 

Penajam, helloborneo.com – Sejumlah gedung satuan kerja perangkat daerah atau SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, belum dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR), kata Kepala Sub Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Dinas Kebakaran dan Penyelamatan setempat, Abdul Latif.

“Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran gedung di lingkungan pemerintah kabupaten, kami melakukan pemeriksaan perlengkapan antisipasi kebakaran di setiap SKPD,” jelas Abdul Latif ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis.

Dalam pemeriksaan tersebut menurut ia, ditemukan sejumlah gedung SKPD belum memiliki alat pemadam api ringan.

Selain itu Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Penajam Paser Utara, juga menemukan “APAR” di sejumlah SKPD yang sudah tidak berfungsi.

Abdul Latif menjelaskan “APAR” merupakan standar kelengkapan di setiap gedung perkantoran untuk mengantisipasi dini ketika terjadi kebakaran.

Dia menyayangkan banyak SKPD yang masih tidak memperdulikan perlengkapan dan penggunaan alat pemadam api ringan tersebut.

“Kami berharap seluruh gedung SKPD dilengkapi ‘APAR’ sebagai antisipasi penanggulangan bencana kebakaran,” kata Abdul Latif.

Dalam kondisi tertentu, terutama untuk mengatasi api kecil pada gedung bertingkat lanjut ia, alat pemedam api ringan sangat efektif untuk pencegahan dini kebakaran.   

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di gedung sekretariat kabupaten, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perindusrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Dinas Pertanian, hanya ada enam “APAR” yang dipastikan dapat berfungsi dengan baik.

“Banyak ‘APAR’ yang ada di SKPD yang tidak dapat berfungsi, serta sejumlah SKPD belum sama sekali memiliki alat pemadam api ringan,” ujar Abdul Latif.

Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Penajam Paser Utara selama dua hari melakukan pengecekan alat pemadam api ringan di setiap SKPD di komplek pemerintahan kabupaten.

“Kami akan lanjutkan pengecekan ‘APAR’ di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD dan setiap kantor kecematan dan kelurahan,” tambah Abdul Latif. (bp/*esa)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.