Dipertan Penajam: Normalisasi Sungai Atasi Sawah Terendam Banjir

MR Saputra

Kabid tanaman pangan dan holtikultura Dipertan Kab. PPU, Bambang Marjuki

Penajam, helloborneo.com – Normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Waru dan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, sangat mendesak dilakukan sebagai salah satu upaya mengatasi banjir yang merendam lahan persawahan di wilayah itu.
“Puluhan hektare sawah petani di Kecamatan Waru dan Babulu terendam banjir luapan akibat terjadinya pendangkalan dan penyempitan sungai di lokasi itu,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Bambang Marjuki, ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat.
Menurut ia, untuk menanggulangi terendamnya sawah di wilayah Kecamatan Waru dan Babulu akibat luapan sungai saat musim hujan, perlu dilakukan normalisasi sungai hingga muara.
“Selama 17 tahun sungai di kedua wilayah itu belum pernah dilakukan normalisasi, sehingga air mudah meluap dan merendam sawah para petani,” jelas Bambang Marjuki.
Aliran sungai di wilayah Kecamatan Waru dan Babulu saat ini mengalami pendangkalan dan penyempitan, sehingga saat curah hujan tinggi, air akan meluap hingga merendam lahan sawah petani, bahkan bisa ke permukiman warga.
Luapan air sungai itu terjadi karena debit air saat hujan melebihi daya tampung sungai yang semakin dangkal dan menyempit.
“Perlu dilakukan normalisasi sungai karena areal persawahan di kedua wilayah itu menjadi langganan banjir jika musim hujan. Dan kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan normalisasi sungai,” kata Bambang Marjuki.
Ia menambahkan, setiap musim hujan lahan persawahan di wilayah Kecamatan Waru dan Babulu sering terendam dan menyebabkan tanaman padi rusak gagal dipanen.
Hujan yang mengguyur wilayah Penajam Paser Utara sejak beberapa hari terakhir, selain mengakibatkan permukiman penduduk di Kecamatan Waru terendam banjir, juga merendam lahan pertanian di wilayah Kecamatan Waru dan Babulu.
Selain merendam tanaman padi berusia 2,5 bulan di lahan seluas 60 hektare, tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, terong, dan kacang panjang pada areal seluas lima hektare di Kecamatan Waru juga ikut terdampak banjir.
Lahan pertanian seluas 40 hektare di wilayah Kecamatan Babulu juga terendam banjir akibat beberapa hari terakhir wilayah Penajam Paser Utara diguyur hujan. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.