Dinkes Penajam Gelar Seminar Bahaya Asap Rokok

Ari. B

Seminar hidup sehat tanpa asap rokok di aula lantai I kantor Bupati. (helloborneo.com)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, menggelar seminar bahaya asap rokok bagi para pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten.

“Salah satu bahaya merokok adalah penyakit paru-paru yang menahun, kanker serta gangguan pada saraf fungsi organ tubuh lainnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Arnold Wayong ketika memberikan materi pada seminar tersebut.

Ia menjelaskan, bahwa ketika seseorang merokok yang menerima dampak bukan hanya dirinya, tetapi juga orang disekitarnya.

“Perokok pasif memang lebih berisiko, maka memang perlu menerapkan kawasan merokok bagi para perokok agar tidak berdampak pada lainnya,” ujar Arnold Wayong.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah menerbitkan Peraturan Daerah atau Perda tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTSR), namun penerapan perda itu khususnya di kawasan perkantoran hinggga saat ini belum optimal.

Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar, menginstruksikan setiap instansi yang berkenan dengan pelayanan publik membuat satu titik kawasan khusus bagi para perokok.

“Instruksi itu sebagai tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Daerah tentang Kawasan Sehat Tanpa Asap Rokok,” tegasnya.

Instansi dimaksud antara lain Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal, serta kantor kecamatan, kelurahan dan desa.

Kawasan merokok tersebut untuk melindungi hak para perokok sekaligus memberikan hak bagi masyarakat yang tidak merokok mendapatkan udara bersih dari asap rokok.

“Jika dipersentase jumlah perokok di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara cukup besar, mencapai sekitar 65 persen,” tambah Tohar ketika ditemui helloborneo.com.

Sekkab sangat mengapresiasi seminar bahaya asap rokok yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara kepada para pegawai tersebut.
Seminar itu menghadirkan dua narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Arnold Wayong. (Adv/bp/hb)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.