Pengawasan Pengerjaan Proyek Jalan di Penajam Lemah

Bagus Purwa

Proyek Trase Jalan di Depan Kantor Bupati PPU.

Penajam, helloborneo.com – Pengawasan pengerjaan sejumlah proyek jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dinilai masyarakat setempat masih lemah, menyusul adanya proyek jalan yang kondisinya mulai rusak.

Sejumlah masyarakat yang ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin, menilai pengawasan terhadap pengerjaan proyek jalan tidak dilakukan secara maksimal oleh pemerintah kabupaten serta DPRD sehingga menyebabkan rendahnya kualitas proyek jalan dan hasil proyek rusak berat.

“Rusaknya jalan sebelum waktunya itu menandakan lemahnya dinas dan komisi DPRD terkait dalam pengawasan pengerjaan proyek,” tegas Alang, warga Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.

Salah satu proyek yang rusak sebelum waktunya tersebut, adalah jalan poros jalur dua di Kilometer 9 Nipah-Nipah yang baru difungsikan sekitar dua pekan lalu sudah terlihat keretakan di beberapa titik.

Bahkan, dari pantuan di lapangan badan jalan yang berada di depan di Kantor DPRD dan Kantor Bupati Penajam Paser Utara tersebut mengalami longsor selebar dua meter.

Menurut Alang, perlu penekanan dari pengawasan, sehingga tidak terjadi banyak penyimpangan di lapangan. Sebab dugaan pelanggaran fisik di antaranya, kualitas rendah dan pengerjaan tidak sesuai perencanaan.

“Kerusakan yang terjadi itu juga diduga tidak adanya ketelitian pelaksanaan proyek, akibatnya jalan aspal sering ditumbuhi rumput dan capat rusak,” ujar Sumadi, warga lainnya.

Jadi lanjut ia, hujan tidak bisa dijadikan alasan pembenaran rusaknya fasilitas publik, karena jika pengawasan dilaksanakan secara maksimal tentunya sulit dijumpai proyek insfrastruktur yang rusak.

Jafar warga lainnya menambahkan, kerusakan jalan tersebut terjadi disinyalir kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan teknis pengerjaan.

Pembangunan jalan di Kiometer 9 Nipah-Nipah tersebut bersinergi dengan pengalihan sumbu jalan nasional di wilayah Penajam Paser Utara menggunakan skema pembiayaan tahun jamak senilai Rp37 milar yang mulai dikerjakan pada 2011.

Dengan sudah rusaknya jalan poros di Kilometer 9 Nipah-Nipah yang baru difungsikan sekitar dua pekan lalu itu, diharapkan instansi terkait dan konsultan bekerja lebih baik dan maksimal dalam pengawasan agar pelaksanaan proyek fisik bisa berjalan maksimal. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.