ASN Penajam Tidak Netral di Pilkada Dikenakan Sanksi

Ari. B

Sekretaris Kabupaten PPU, Tohar.

Penajam, helloborneo.com – Pegawai negeri sipil di lingkungan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang terbukti bersikap tidak netral dalam pemilihan kepala daerah serentak 2018 akan diberi sanksi tegas sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010.

“PNS (pegawai negeri sipil) atau ASN tidak netral di pilkada harus siap-siap menerima sanksi tegas sesuai regulasi disiplin pegawai,” tegas Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar, ketika ditemui helloborneo.com di Penajam.

Sekkab melarang keras ASN terlibat langsung dalam kampanye atau mempromosikan pasangan calon yang mengikuti pilkada melalui media sosial.

Ia menjelaskan bahwa ASN memiliki hak politik untuk menentukan pilihan dalam pemilu atau pilkada, namun mereka dilarang ikut terlibat dalam politik praktis.

“Tetap jaga netralitas, jangan terlibat dukung-mendukung pasangan calon demi untuk menciptakan situasi damai, nyaman dan kondusif,” ujar Tohar.

Sekkab mengatakan, pengawasan sepanjang penyelenggaraan Pilkada 2018 dilakukan oleh tim kode etik yang dibentuk pemerintah kabupaten. Tim ini bertugas memantau dan mengawasi langsung kegiatan kampanye di masyarakat maupun melalui media sosial.

Pilkada Kabupaten Penajam Paser Utara digelar bersamaan dengan Pilkada Kaltim pada 27 Juni 2018. Keduanya merupakan bagian dari 171 daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang menggelar pesta demokrasi pada tahun ini.

Untuk Pilkada Kabupaten Penajam Paser Utara, bakal calon bupati dan bakal calon bupati¸ Wakil Bupati Mustaqim MZ berpasangan dengan Sofyan Nur (putra Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar) mendaftar sebagai peserta.
And Harahap (mantan Bupati Penajam Paser Utara) berpasangan dengan Fadly Imawan (anggota DPRD Kabupaten Paser dari Partai Golkar) dan pasangan Abdul Gafur Mas`ud-Hamdam juga mendaftar sebagai peserta pilkada Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sementara untuk Pilkada Kaltim terdapat empat bacagub-bacawagub yang mencalonkan lewat KPU setempat, diantaranya mantan Sekprov Kaltim Rusmadi berpasangan dengan Safaruddin (mantan Kapolda Kaltim).

Selain itu, ada juga Awang Ferdian Hidayat (putra Gubernur Kaltim) yang menjadi bacawagub dari Syaharie Jaang (Wali Kota Samarinda). (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.