Petani Cabai Penajam Terancam Gagal Panen

Ari. B

Lahan Tanaman Cabai di Kelurahan Kampung Baru, Penajam.

Penajam, helloborneo.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, beberapa bulan terakhir membuat petani cabai mengeluhkan hama lalat buah dan penyakit patek menyerang tanaman sehingga terancam gagal panen.

“Ukuran buah cabai tidak bisa maksimal, selain diakibatkan cuaca tidak menentu juga karena tanaman cabai diserang hama dan penyakit,” kata Usman, salah satu petani cabai di Kelurahan Kampung Baru, Kecamamatan Penajam, ketika ditemui helloborneo.com, Selasa.

Tidak ingin gagal panen dan mengalami kerugian, sejumlah petani cabai di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam itu memilih panen lebih awal.

Kondisi tersebut membuat hasil panen petani cabai di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Usman mengaku hasil panen menurun, biasanya mencapai 10.000 karung per hektare, namun saat ini hanya sekitar 8.000 karung per hektare.

“Penurunan hasil panen para petani cabai itu disebabkan banyak buah cabai yang mengering dan membusuk,” ujarnya.

Pada lahan seluas tiga hektare yang ditanami cabai, menurut Usman, hanya dua hektare bisa dipanen. Selain itu, juga dikeluhkan tidak adanya irigasi, sehingga petani hanya mengandalkan tadah hujan untuk pengairan.

“Tanaman cabai lebih cocok dengan cuaca panas dibanding hujan,” kata petugas penyuluh lapangan atau PPL di wilayah Kelurahan Kampung Baru Sudi Martopo.

Kondisi cuaca tidak menentu saat ini, lanjut dia, membuat banyak buah cabai mengalami cepat busuk akibat penyakit patek yang hanya bisa ditangani dengan membuang buah yang sudah rusak agar tidak menular.

“Pemberian insektisida belum optimal karena hanya berfungsi untuk pencegahan saja, agar penyakit patek tidak menular harus membuang buah yang sudah busuk,” ujar Sudi Martopo.

Peran PPL, menurut Lurah Kampung Baru Mujono, perlu lebih dimaksimalkan memberikan pemahaman petani menyangkut cara penanganan hama dan pola perawatan tanaman cabai agar menjadi lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. (bp/hb)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.