Muhammad Iqbal Ditemukan Tewas di Parit Dalam

Bagus Purwa

Ilustrasi Pencarian.

Balikpapan, helloborneo.com – Tim Relawan Gabungan dan tim dari Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Kelas A Balikpapan akhirnya menemukan jasad Muhammad Iqbal, anak laki-laki berusia 12 tahun yang jatuh ke parit besar berarus deras di tengah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu siang.

“Kami temukan pukul 21.52 WITA, Rabu, di parit besar dan dalam di depan Puskib,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga BNPP Balikpapan Octavianto, ketika dihubungi helloborneo.com dari tempat penemuan jasad tersebut di Jalan Jenderal Achmad Jani.

Meskipun tidak ada lagi bangunannya yang sudah diruntuhkan, kawasan ruas Jalan Ahmad Yani antara Gunung Sari Ulu dan Karang Jati itu tetap disebut Puskib (Pusat Kegiatan Islam Balikpapan).

BNPP mengerahkan 2 penyelam pada bagian parit yang dalam itu. Hery dan Wisnu bersama-sama menyelam dalam 2 kali kesempatan. Penyelaman pertama berlangsung 15 menit, dengan para penyelam menemukan berbagai benda berbahaya di dasar parit.

“Ada banyak kaca, paku, selain pasir,” ujar Octavianto. Karena itu para penyelam sangat berhati-hati.
Pada kesempatan kedua, akhirnya jenazah Muhammad Iqbal ditemukan, dan segera setelah diangkat dibawa ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo untuk divisum dan dibersihkan, kemudian diserahkan pada keluarga.

Muhammad Iqbal hilang terbawa arus, setelah jatuh terpeleset ke parit besar di pertigaan Jalan Pangeran Antasari Karang Jati-Gunung Kawi pada pukul 13.30 WITA, menyusul hujan lebat melanda Kota Minyak.

Pertigaan Gunung Kawi itu merupakan pertemuan saluran-saluran air dari arah Karang Jati, Gunung Guntur, dan Gunung Bugis serta terus mengalir ke laut ke Klandasan.

Muhammad Iqbal bersama 4 kawannya mandi hujan di dekat Depo Air Isi Ulang Mutiara. Putra guru SDN 028 Balikpapan Tengah Iskandar Yusuf itu, lalu terpeleset dan jatuh ke dalam parit.

Menurut kawan korban Syahrul, Iqbal sempat berpegangan di tepian parit, namun arus deras segera menyapunya dan hilang dari pandangan.

Pertolongan segera datang. Ayah korban Iskandar Yusuf juga turut mencari. Tim relawan dari kantor BPPN Kelas A Balikpapan dan unsur-unsur lainnya segera berkumpul dan mulai menyisir parit besar itu.

“Sampai pukul 20.00 WITA, kami telusuri hingga Jembatan Mariyati di Gunung Sari Ilir (berlokasi lebih kurang 1.500 meter ke selatan dari lokasi kejadian),” kata Octavianto.

Keluarga Iskandar Yusuf diketahui tinggal di Jalan Bontobulaeng RT 03 Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah.

Para relawan mencari korban dengan terjun langsung ke parit yang airnya semakin tenang dan kian surut. Mereka menyusuri meter demi meter dan pada bagian tertentu menyelam. (bp/hb)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *