Kaltim Belum Mampu Mandiri Penuhi Kebutuhan Bawang Merah

Ari.B

Panen Bawang Merah di Desa Rintik Kecamatan Babulu.

Penajam, helloborneo.com – Provinsi Kalimantan Timur hingga saat ini belum mampu mencukupi kebutuhan komoditas bawang merah secara mandiri, kata Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim Ibrahim.

“Target penanaman bawang merah baru mencapai 20 persen dari target yang ditetapkan,” jelas Ibrahim pada peresmian gudang penangkaran bibit bawang merah di Desa Rintik, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin.

Menurut dia, instansinya menargetkan luas penanaman bawang merah dapat mencapai 416 hektare, namun baru terealisasi sekitar 70 sampai 80 hektare.

“Untuk bisa memenuhi kebutuhan komoditas bawang merah di wilayah Kaltim, luas tanam bawang merah kami targetkan mencapai 416 hektare,” kata Ibrahim.

Salah satu kendala memenuhi target penanaman bawang merah itu adalah masyarakat masih enggan menanam komoditas itu karena sulit mencari pasokan air.

Ibrahim menjelaskan, di Kabupaten Penajam Paser Utara sampai saat ini baru terealisasi penanaman bawang merah di atas lahan sekitar 4 hektare, dari target yang dicanangkan seluas 20 hektare.

Sedangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2017 menargetkan penanaman bawang merah di atas lahan seluas 120 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Target pengembangan bawang merah di Provinsi Kaltim tersebut yakni, di Kabupaten Paser seluas 20 hektare, Kabupaten Berau 30 hektare, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara masing-masing seluas 20 hektare.

Dua kota di wilayah Provinsi Kalimantan Timur juga ditargetkan melakukan pengembangan bawang merah, yakni Samarinda seluas 20 hektare dan Balikpapan 10 hektare.

Untuk memenuhi kebutuhan bawang merah di Provinsi Kalimantan Timur, tambah Ibrahim, pemerintah provinsi masih mendatangkan komoditas tersebut dari luar daerah.

“Kami masih datangkan komoditas bawang merah dari Pulau Jawa dan Sulawesi karena produksi di wilayah Kaltim belum mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.