Produksi Beras Kaltim Belum Cukupi Kebutuhan Lokal

Ari. B

Kepala Dinas Pangan Ketahanan Pangan dan Holtikultura Provinsi Kaltim, Ibrahim.

Penajam, helloborneo.com – Produksi beras Provinsi Kalimantan Timur, hingga kini masih belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota di daerah setempat, sehingga harus mendatangkan dari luar daerah.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kaltim Ibrahim dihubungi helloborneo.com dari Penajam, Selasa, mengatakan, untuk bisa mencapai target swasembada, produksi beras harus mencapai 548.000 ton per tahun.

Sementara hingga kini produksi beras dari sejumlah daerah yang menjadi sentra pertanian di Kaltim baru mencapai lebih kurang 400.000 ton per tahun.

“Sehingga produksi beras itu masih kurang sekitar 148.000 ton untuk bisa memenuhi kebutuhan masyrakat,” katanya.

Sehari sebelumnya, Ibrahim melakukan kunjungan ke Kabupaten Penajam Paser Utara untuk menghadiri peresmian gudang penangkaran bibit bawang merah di Desa Rintik, Kecamatan Babulu.

Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan salah satu sentra produksi beras di Kaltim, selain Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, Berau, dan Kutai Timur.

Ibrahim menyatakan, target swasembada beras belum bisa terpenuhi karena luas areal penanaman padi di wilayah Kaltim belum mencapai target yang telah ditetapkan.

“Target penanaman padi di 10 kabupaten/kota di wilayah Kaltim seluas 115 hektare dan itu belum tercapai,” ungkapnya.

Salah satu kendala perluasan areal tanam padi di Provinsi Kalmantan Timur adalah belum tersedianya ketersediaan sumber air untuk pengairan lahan persawahan.

Di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara yang memiliki luasan lahan pertanian sekitar 21 ribu hektare, sampai saat ini belum tergarap maksimal disebabkan terkendala pasokan air irigasi.

Sedangkan rencana pembangunan bendung gerak Sungai Talake sebagai sumber air irigasi di kedua daerah selatan Kaltim itu hingga kini belum terealisasi, karena defisit anggaran yang terjadi pada 2016 hingga 2017.

“Kajian teknis bendung gerak Sungai Talake sudah rampung dan pembangunan fisiknya akan dimulai pada 2019,” jelas Ibrahim. (bp/hb)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.