Bangun MRS, Warga Penajam Segera Nikmati Sambungan Gas Rumah

Bagus Purwa

Kabag Ekonomi Setkab PPU, Kuncoro.

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, segera membangun terminal distribusi gas (metering regulation station) sebagai bagian dari program pemasangan sambungan gas rumah tangga di wilayah setempat.

“Terminal itu rencanannya dibangun di Kelurahan Nenang di depan TPU (tempat pemakaman umum) kilometer 4,” kata Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara Kuncoro, ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam.

Ia memperkirakan paling lambat awal 2019 sambungan gas rumah tangga sudah bisa dinikmati masyarakat di Kelurahan Gunung Seteleng, Penajam, Nenang, Nipah-Nipah, dan Kelurahan Sungai Parit meliputi Perumahan Korpri, Kecamatan Penajam.

MRS merupakan kunci pengaman pemanfaatan sekaligus pengatur tekanan gas, di mana pada terminal tersebut terpasang sejumlah peralatan untuk memastikan kualitas dan tekanan gas yang sampai ke rumah-rumah masyarakat.

Gas dari sumber pasokan bertekanan menengah sampai tinggi, melalui terminal itu gas didistribusikan ke rumah-rumah warga melalui pipa distribusi tekanan rendah.

Kuncoro menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah menandatangani nota kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral terkait penyediaan dan pendistribusian sambungan gas rumah tangga.

Pada 2018, hanya 4.002 sambungan gas rumah tangga dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipasang di wilayah Penajam Paser Utara, dari kuota awal sebanyak 5.000 sambungan.

Kuncoro mengungkapkan, pemenuhan kebutuhan alokasi gas bagi daerah di Kabupaten Penajam Paser Utara tidak lancar, dari jatah 5.000 sambungan gas rumah tangga yang diberikan pemerintah pusat, masih ada sebanyak 998 kuota tidak terisi.

“Dari jatah 5.000 sambungan gas rumah tangga gratis yang disebar ke masyarakat, hanya 4.002 warga yang mengembalikan formulir,” ujarnya.

Menurut ia, rata-rata masyarakat yang tidak mengembalikan formulir itu merasa khawatir atau takut jaringan gas ke rumah bocor dan meledak. (bp/hb/Adv)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.