KPU Penajam Sebar Relawan untuk Tingkatkan Partisipasi

Bagus Purwa

Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Penajam Paser Utara, Salman.

Penajam, helloborneo.com – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menyebar relawan demokrasi atau agen sosialisasi ke seluruh wilayah di empat kecamatan dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah serentak 2018.

“Minimnya angka partisipasi pemilih itu perlu ditingkatkan, cara sebelumnya masih kurang maksimal. Jadi, dibentuk relawan atau agen untuk menyosialiasikan pilkada, dengan harapan dapat meningkatkan partisipasi pemilih,” jelas Sekretaris KPU Kabupaten Penajam Paser Utara Salman, ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis.

Ia menjelaskan, para relawan demokrasi itu dibekali wawasan dan pengetahuan materi-materi sosialisasi menyangkut pemilu untuk disampaikan kepada masyarakat.

Relawan demokrasi atau agen sosialisasi itu terdiri dari agen perempuan dengan sasaran kegiatan pengajian ibu-ibu, posyandu, arisan serta lainnya, dan agen pemilih pemula yakni pelajar hingga mahasiswa serta pensiunan TNI/Polri.

Sasaran untuk agen keagamaan dan tokoh masyarakat, yakni kegiatan pengajian, kebaktian dan sebagainya, kemudian agen disabilitas serta marjinal sasarannya komunitas, tukang ojek, motoris “speedboat”, klotok, buruh perusahaan, dan lainnya.

Namun demikian, Salman menegaskan bahwa para agen atau relawan tidak terlalu banyak mengambil porsi dalam menyampaikan sosialisasi pemilu kepada masyarakat, terutama terkait hal-hal teknis yang menjadi kewenangan komisioner KPU.

“Relawan demokrasi atau agen sosialisasi juga tidak boleh membuat sebuah kegiatan sendiri untuk melakukan sosialisasi,” tambahnya.

Relawan demokrasi atau agen sosialisasi yang telah dibentuk tersebut bertugas menyampaikan langsung secara bertatap muka dan berdialog dengan masyarakat, di antaranya mengenai pelaporan jika belum terdaftar dalam DPS (daftar pemilih sementara), imbauan agar tidak melakukan politik uang, dan tidak golput.

“Sosialisasi langsung kepada masyarakat itu agar kegiatan pemilu di Kabupaten Penajam Paser Utara dapat berjalan jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia, serta meningkatkan angka partisipasi pemilih,” jelas Salman.

KPU Kabupaten Penajam Paser Utara sebelumnya juga telah menggelar kelas pemilu harapan dan simulator di empat kacamatan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019.

Tingkat partisipasi pemilih warga Kabupaten Penajam Paser Utara pada Pilkada Kaltim 2013 tercatat di bawah 60 persen, jauh berbeda dari pemilihan bupati yang mencapai sekitar 70 persen. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.