Nilai Rata-Rata UN Pendidikan Dasar di Penajam Belum Meningkat

Ari B

Kepala Disdikpora PPU, Marjani.

Penajam, helloborneo.com – Hasil rata-rata ujian nasional murid jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama atau pendidikan dasar Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, selama tiga tahun terakhir belum meningkat masih kategori C, kata Kepala Dinas Pendididikan, Pemuda dan Olahraga setempat, Marjani.

“Rata-rata nilai hasil ujian nasional murid SD dan SMP berada dikategori C, jadi sejak 2014 nilai rata-rata ujian nasional Kabupaten Penajam Paser Utara belum beranjak dari posisi tengah se Kalimantan Timur,” ungkap Marjani ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin.

Upaya Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara untuk meningkatkan mutu dan kualitas anak didik belum sepenuhnya berjalan maksimal.

Hal tersebut terlihat hasil rata-rata ujian nasional tingkat pendidikan dasar di Kabupaten Penajam Paser Utara selama tiga tahun terakhir masih berada diurutan tengah se Kalimantan Timur.

“Hasil rata-rata ujian nasional murid SD dan SMP di Kabupaten Penajam Paser Utara belum ada peningkatan,” ujar Marjani.

Posisi nilai rata-rata tertinggi ujian nasional tingkat SD dan SMP Kabupaten Penajam Paser Utara lanjut ia, berada di bawah Kota Balikpapan, Bontang dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Marjani menjelaskan, pada 2014 nilai rata-rata murid tingkat pendidikan dasar Kabupaten Penajam Paser Utara berada diperingkat ke-4 se Kalimantan Timur, dan turun ke urutan ke-5 pada 2015.

“Pada 2017, posisi nilai rata-rata ujian nasional kembali naik diurutan ke-4 dari 10 kabupaten/kota se Kalimantan Timur,” paparnya.

Padahal menurut Marjani, secara perseorangan, sejumlah murid tingkat pendidikan dasar asal Kabupaten Penajam Paser Utara pernah menembus peringkat ketiga, bahkan pertama peraih nilai tertinggi ujian nasional untuk zona Kalimantan Timur.

Rendahnya nilai rata-rata hasil ujian nasional murid jenjang SD dan SMP tersebut tambahnya, dipengaruhi masih minimnya fasilitas pendidikan di setiap sekolah di daerah setempat.

“Minat siswa untuk mengejar pelajaran di luar sekolah yang masih rendah juga mempengaruhi nilai rata-rata hasil ujian nasional murid tingkat pendidikan dasar itu,” ucap Marjani. (bp/hb)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.