Harga Ayam Potong di Penajam Bertahan Tinggi

Ari B

Kabid Perdagangan PPU Rusli.

Penajam, helloborneo.com – Harga ayam potong di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, masih bertahan tinggi Rp50.000 per kilogram, padahal sebulan sebelumnya rata-rata Rp35.000 per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Penajam Paser Utara Rusli saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu, mengungkapkan, kenaikan harga ayam potong terjadi sejak satu bulan terakhir.

Ayam potong yang biasanya dijual di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Penajam Paser Utara dengan harga Rp32.000 sampai Rp35.000 mengalami kenaikan menjadi Rp50.000 per kilogram.

“Harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional naik sekitar Rp15.000 per kilogram dari harga sebalumnya,” jelas Rusli

Selain harga ayam potong, sejak satu bulan terkhir harga telur ayam juga mengalami kenaikan berkisar Rp2.500 per butir.

Sejumlah pedagang ayam potong dan telur ayam di pasar tradisional yang ditemui mengaku, sejak Juli 2018 kiriman kedua komoditas tersebut dari distributor mulai berkurang.

Rusli membenarkan pasokan ayam potong dan telur ayam yang didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara berkurang.

“Pasokan ayam potong dan telur ayam dari Banjarmasin dan Sulawesi sekarang banyak berkurang, sebab produksi menurun,” jelasnya.

Menurut Rusli, fenomena kenaikan harga ayam potong dan telur ayam tersebut juga terjadi hampir di seluruh wilayah di Kalimantan Timur.

Bahkan, mendekati Idul Adha 1349 Hijriyah harga komoditas ikan laut di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Penajam Paser Utara juga semakin mahal menyusul berkurangnya pasokan dari nelayan.

Sejumlah pasar tradisional kekurangan pasokan ikan laut karena nelayan membatasi melaut akibat angin kencang atau biasa disebut angin selatan dan gelombang besar, sehingga mempengaruhi hasil tangkapan nelayan.

Musim angin selatan dan gelombang besar yang terjadi, membuat nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara memilih untuk berhenti ke laut.

Minimnya pasokan dari nelayan membuat harga ikan laut melambung hingga 50 persen, ikan laut yang biasanya dijual Rp40.000 sampai Rp50.000 naik menjadi Rp60.000 hingga Rp75.000 per kilogram.

Sejumlah nelayan Kabupaten Penajam Paser Utara yang ditemui mengakui, tidak berani melaut akibat tingginya gelombang laut, sehingga banyak nelayan yang melego jangkar atau tidak melaut untuk sementara waktu dan mempengaruhi pasokan ikan laut.

“Sudah menjadi kebiasaan saat terjadi cuaca buruk, tentu akan mempengaruhi hasil tangkapan nelayan yang berdampak pada kenaikan harga ikan laut di pasaran,” tambah Rusli. (bp/hb)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.